Selasa, November 29, 2022
Google search engine
BerandaEast JavaStok dan Distribusi BBM dan Elpiji di Jatim Dipastikan Aman

Stok dan Distribusi BBM dan Elpiji di Jatim Dipastikan Aman

“Stok dan distribusi gas LPG (elpiji) 3 kg di Jatim dipastikan aman. Hal itu disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Distributor LPG (elpiji) di Kabupaten Jombang, Sabtu (3/9/2022).

Didampingi Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Khofifah meninjau Toko Kemuning, distributor elpiji milik Mahmud. Di mana, stok elpiji 3 kg yang ready berjumlah 300 buah dengan harga per tabung Rp 16.000.

Kemudian tabung elpiji 12 kg yang ready berjumlah 70 tabung dengan harga Rp 210.000. Omzet distributor ini per hari untuk tabung elpiji 12kg berjumlah 25-30 tabung dan tabung elpiji 3kg sebanyak 250 buah.

Khofifah juga menugaskan para kepala OPD untuk turun dan cek langsung baik di depo maupun distributor elpiji 3 kg. Hasilnya bahwa stok aman semebtara distribusi lancar.

Dikatakan Khofifah, Polri maupun TNI turut menjamin dan memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun elpiji 3 kg di Jatim dari 6 Supply Point Fuel Terminal Pertamina di Jatim aman.

Seperti diketahui, ada 6 Supply Point Fuel Terminal Pertamina di Jatim, yakni Integrated Terminal Surabaya Group, Integrated Terminal Tanjung Wangi, Fuel Terminal Malang, Fuel Terminal Tuban, Fuel Terminal Madiun dan Fuel Terminal Camplong.

“Sesuai hasil rapat koordinasi bersama Pangdam dan Kapolda serta tim Pertamina bahwa stok dan distribusi elpiji 3 kg aman. Bahwa pihak Polri dan TNI akan siap mengawal di 6 supply poin Fuel Terminal Pertamina yang ada di Jatim sekaligus proses distribusi untuk menjamin bahwa stok aman distribusi lancar,” katanya.

Khofifah mengatakan, berdasarkan koordinasinya dengan Pertamina, dipastikan bahwa harga elpiji 3 kg ini tidak naik. Untuk itu ia meminta ibu rumah tangga maupun para pelaku usaha mikro maupun ultra mikro, yang sebagian besar merupakan pengguna elpiji 3 kg untuk tenang dan tidak panik.

“Ibu-ibu atau para pelaku usaha ultra mikro seperti penjual gorengan ini kan banyak yang menggunakan elpiji 3 kg. Ibu-ibu untuk keperluan dapur mereka. Jadi kita harus menjamin bahwa distribusi dan stoknya harus aman distribusinya harus dipastikan aman,” jelasnya.

“Seperti di tempat ini kita lihat stoknya aman. Tadi saya tanya andai ada permintaan dari berbagai kelompok masyarakat atau pelaku usaha mikro maupun ultra mikro, walaupun besok hari Minggu, namun tetap bisa diantarakan. Supplay chain dan stok ini harus dijaga karena satu dengan yang lain saling terkait,” imbh Khofifah.

Sementara itu, terkait dengan kenaikan harga bahan pangan pascakenaikan BBM subsidi ini, Khofifah mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim. Di mana kenaikan BBM ini akan berdampak pada harga bahan pangan.

“Seperti beras baik medium maupun premium kemungkinan ada kenaikan sekitar 1,4-1,6 persen dari harga eksisting sekarang. Namun ini akan terus kami pantau bersama dengan Tim dari BI dan BPS,” katanya.

Khofifah menambahkan, saat ini sedang dilakukan exercise terkait dengan Surat Edaran dari Mendagri terkait penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengendalikan inflasi di daerah. Apalagi dengan kenaikan BBM bersubsidi ini akan mempengaruhi langsung maupun tidak langsung volatile food atau inflasi komponen bergejolak.

“Saat ini kami sedang melakukan exercise terkait SE Mendagri ini bersama Tim BI dan BPS. Bagaimana BTT bisa digunakan kan untuk mensubsidi misalnya transportasi logistik agar tidak terjadi inflasi volatile food lebih dalam. Meskipun dua hari lalu saat rapat bersama Bupati Walikota terkait stok dan distribusi BBM, saya sudah menginformasikan awal terkait ini, namun nanti hasilnya akan kami detailkan lagi,” pungkasnya.(wh)”

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments