Selasa, November 29, 2022
Google search engine
BerandaSurabayaGarap Normalisasi Sungai di Kawasan Mangrove Wonorejo

Garap Normalisasi Sungai di Kawasan Mangrove Wonorejo

“Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melakukan normalisasi saluran air atau pelebaran sungai dengan pengerukan lumpur di sepanjang sungai kawasan Mangrove Wonorejo.

Pengerjaan tersebut rutin dilakukan sejak Mei 2022 dan berakhir mendekati musim penghujan.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Eko Juli Prasetya mengatakan, normalisasi saluran air tersebut dilakukan untuk mengembalikan lebar sungai seperti keadaan awal.

“Dulu lebarnya 30 meter, di lapangan sekarang tinggal 20 meter dan yang 10 meter itu ditanami mangrove,” ujar Eko, Senin (5/9/2022).

Kata dia, dari hasil normalisasi sungai tersebut, endapan lumpur-lumpur pengerukan diletakkan di jalan inspeksi sungai yang berada di sisi bagian samping sungai.

“Semakin lebar sungai tersebut, maka jalur inspeksi juga akan semakin lebar. Nah itu adalah jalur inspeksi yang ditanami oleh tanaman mangrove. Ketika kita melakukan normalisasi, maka tumbuhan tersebut tertimbun hasil pengerukan,” ujarnya.

Eko menerangkan jika sungai tersebut cukup dangkal. Makanya, pihaknya berupaya bertemu dan berdiskusi bersama para pegiat lingkungan untuk menentukan jarak antara jalur inspeksi sungai dan lokasi penanaman mangrove.

“Ke depannya kita akan duduk bersama dengan aktivis lingkungan agar tidak saling menyalahkan, karena kalau ingin menanam mangrove itu terkait fungsi saluran sungai harus disebelah mana? karena masih di dalam lingkup sungai,” terangnya.

Untuk sungai yang dilakukan normalisasi bermuara ke Mangrove Wonorejo dan Mangrove Kebon Agung. Panjang sungai yang bermuara ke Mangrove Kebon Agung mulai dari bozem Medokan Sawah hingga ke arah laut.

“Sedangkan dari Wonorejo juga dari Pompa Air Medokan Ayu hingga ke arah laut. Itu yang dilakukan normalisasi karena ada pendangkalan dan penyempitan. Ketika musim hujan, kita berharap outlet nya lancar ke arah laut,” terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Antiek Sugiharti menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pegiat lingkungan yang mendukung program lingkungan. Mengenai keluhan yang tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan DSDABM.

“Hasil koordinasi dengan DSDABM, pengerukan saluran Wonorejo tersebut untuk meningkatkan dan optimalisasi fungsi saluran yang bermuara di Bozem Wonorejo,” kata Antiek.

Ia menjelaskan, pengerukan tersebut juga berkaitan dengan penanganan kondisi banjir beberapa waktu lalu di kawasan Medokan/Surabaya Timur.

“Untuk pengerukan memang diperlukan tempat penampungan hasil pengerukan di jalan inspeksi/ruang di sepanjang tepi sungai (spoil bank),” jelasnya.

Selanjutnya, penempatan secara teknis sudah diarahkan sebisa mungkin pada tempat-tempat yang tidak ada mangrove agar tidak merusak tanaman mangrove. (wh)”

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments