Yunani Lolos Lewat Penalti Kontroversi

 

Yunani Lolos Lewat Penalti Kontroversi

Tim   Negeri Dewa, Yunani  akhirnya lolos ke babak 16 besar. Tiket ini didapat secara dramatis dan kontroversi menyusul  kemenangan 2-1 atas Pantai Gading di Estadio  Castelao Fortaleza Brasil,  Tabu (25/6/2014) dinihari WIB.  Hasil ini menjadikan Yunani mengemas empat poin dan berhak mendampingi Kolombia di grup C.

Gol  kemenangan Yunani lahir dari titik penalti  di masa injury time tinggal menyisakan satu menit. Ini yang kemudian menjadi kontroversi. Penalti yang diberikan wasit asal Ekuador, Carlos Vera, cukup kontroversial lantaran tayangan ulang memperlihatkan Samaras terjatuh tanpa ada benturan dengan pemain lawan yang menjaganya, Giovanni Sio.

Dua gol lainnya diciptakan Andreas Samaris pada menit 43 untuk Yunani, sebelum sempat disamakan oleh Pantai Gading lewat Wilfried Bony menit 74. Hasil tersebut seolah menjadi klimaks bagi Yunani yang sepanjang laga menemui mistar gawang sebanyak tiga kali lewat tendangan tiga pemain, yakni Jose Cholevas, Georgios Karagounis dan Vaseileios Torosidis.

Hingga 30 menit pertama, tidak banyak momen yang bisa disebutkan terkait pertandingan ini, kecuali dua jatah pergantian pemain yang sudah digunakan Yunani lantaran cedera.

Andreas Samaris mengambil alih posisi Panagiotis Kone yang menepi pada menit 11, kemudian disusul pergantian penjaga gawang dari Orestis Karnezis ke Panagiotis Glykos akibat cedera punggung pada menit 24.

Pertandingan baru mulai memanas setelah bek kiri Jose Chovelas hampir memberi Yunani keunggulan pada menit 32, namun bola tendangan kaki kanannya meskipun mampu menaklukkan Barry namun masih membentur mistar gawang.

Yunani kembali mendapatkan peluang lewat tendangan bebas yang dilepaskan kapten, Georgios Karagounis, pada menit 34, sayang bola tendangannya masih mengarah tepat ke pelukan Barry.

Pantai Gading mulai menebarkan serangan berbahaya hingga mulai menjelajahi kotak penalti Yunani, naas justru mereka tertinggal lebih dulu akibat blunder Cheick Ismael Tiote pada menit 43.

Tiote yang berusaha melepaskan umpan namun bola justru dipotong oleh Georgios Samaras dan segera mengirimkan kepada Samaris, yang berdiri bebas tanpa kawalan sebelum merangsek masuk kotak penalti dan melepaskan tendangan yang sukses menaklukkan Barry dan membawa Yunani unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Pantai Gading memasuki babak kedua dengan upaya membangun serangan yang lebih efektif. 

Tiote berusaha menebus kesalahannya, namun sayang tendangannya pada menit 49 dari tepi kotak penalti Yunani masih mengarah tepat ke pelukan Glykos.

Meski Pantai Gading mulai lebih banyak menguasai bola, Yunani juga menebarkan ancaman saat memiliki kesempatan, termasuk kala tendangan keras Dimitrios Salpingidis memaksa Barry berjibaku menghalau bola.

Yunani seolah sangat berjodoh dengan mistar gawang, pasalnya pada menit 68 bola tendangan jarak jauh Karagounis menemui mistar gawang Barry.

Upaya Gervinho dkk membongkar kokohnya pertahanan Yunani akhir membuahkan hasil pada menit 74 saat pemain pengganti Wilfried Bony mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Bony baru masuk pada menit 61 untuk menggantikan Cheick Tiote, yang melakukan blunder dan mengawali proses terjadinya gol Yunani pada babak pertama.

Gervinho berperan besar dalam gol tersebut dengan tusukannya dari sayap kiri hingga ke dalam kotak penalti dan mengirimkan bola matang kepada Bony.

Yunani kembali menemui mistar gawang untuk kali ketiga lewat Torosidis.

Pantai Gading seolah akan mengakhiri laga dengan mengantongi tiket ke babak 16 besar, namun keadaan berubah segera, setelah wasit menunjuk titik putih lantaran menganggap Samaras dilanggar Sio pada menit 91. (ant/ram)

Yunani: Orestis Karnezis (PG/Panagiotis Glykos), Konstantionos Manolas, Sokratis Papastathopoulos, Vaseileios Torosidis, Jose Cholevas, Ioannis Maniatis, Lazaros Christodoulopulos, Georgios Karagounis (K/Theofanis Gekas), Panagiotis Kone (Andreas Samaris), Dimitrios Salpingidis, Georgios Samaras, 

Pelatih: Fernando Santos

Pantai Gading
: Boubacar Barry (PG), Serge Aurier, Arthur Boka, Kolo Toure, Souleymane Bamba, Serey Die, Cheick Tiote (Wilfried Bony), Yaya Toure, Salomon Kalou, Gervinho (Giovanni Sio), Didier Drogba (K/Ismael Diomande)

Pelatih: Sabri Lamouchi.