Wujudkan Less Waste Event, Ini yang Dilakukan Surabaya di Malam Tahun Baru

Wujudkan Less Waste Event, Ini yang Dilakukan Surabaya di Malam Tahun Baru

Di malam pergantian tahun-tahun sebelumnya, Aditya menyebut timbunan sampah bisa mencapat 6 ton. Jenis sampah paling banyak adalah sampah kemasan berupa bungkus makanan dan minuman. Ada beberapa titik yang menjadi episentrum timbunan sampah. Di antaranya di kawasan pintu-pintu masuk kota, pusat kota, taman bungkul, juga di sekitar jembatan Kenjaran.

“Banyak keramaian, tentu menghasilkan sampah. Karena itu, kami mengharapkan masyarakat tidak membawa minuman kemasan/plastik yang menimbulkan banyak sampah tetapi bisa bawa tempat minum dari rumah sehingga bisa reduce dan reuse,” sambung dia.

Selama ini, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya edukasi untuk mengajak masyarakat peduli pada kebersihan dan cerdas mengelola sampah. Diantaranya melalui kompetisi lingkungan bersih dan merdeka dari sampah antar kampung hingga RT/RW.

“Dan itu efeknya luar biasa. Kampung yang ikut berpartisipasi bisa mencapai 150 peserta. Untuk sampah rumah tangga juag relatif turun. Turunnya bisa 10 persen. Kami membandingkannya saat sebelum dan setelah mengikuti lomba,” sambung Agus Heby, Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Kota Surabaya.

Pemkot juga memiliki payung hukum untuk membuat masyarakat lebih peduli pada kebersihan dan pengelolaan sampah. Seperti Perda 5 tahun 2015 di mana disebutkan bahwa penghasil sampah harus mengelola sampahnya dengan melakukan 3 R (reduce, reuse, recycle). Juga ada Perwali 10 tahun 2017 yang mengatur tentang larangan membuang sampah sembarangan. Untuk mendukung Perwali ini, pemkot memiliki Satgas OTT. (wh)