Wow, Surabaya Punya Gedung Khusus Industri Kreatif

Wow, Surabaya Punya Gedung Khusus Industri Kreatif

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melihat gedung yang akan menjadi tempat kreator berkumpul di Surabaya, Minggu (21/5/2017). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Untuk mewadahi kreator lokal Indonesia berkolaborasi dan belajar bersama, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membuka 2 lantai untuk dijadikan ruang kelas untuk pelaku industri kreatif, akhir Mei nanti.

“Iya, tanggal 31 Mei nanti, kelas yang mewadahi anak muda untuk berkreasi akan ada. Nantinya tempat tersebut bisa dipakai untuk terus menginovasi dan mewadahi kreativitas anak-anak muda,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai mengunjungi lokasi tersebut, Minggu (21/5/2017).

Kelas untuk pelaku industri kreatif  tersebut menemapti bangunan seluas 3 ribu meter persegi. Terletak di seberang Mall Perizinan Gedung Siola, Jalan Tunjungan. Kemarin, saat dilihat Risma dan rombongan, sudah hampir selesai pengerjaannya.

“Nantinya akan ada lift khusus untuk naik di lantai 3 dan lantai 4 yang akan dijadikan kelas industri kreatif,” ujar Risma.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya tersebut mengungkapkan, jika ruangan kelas tersebut akan dibuka selama 24 jam. Tidak hanya kelas saja, tetapi Pemkot Surabaya juga akan menghadirkan mentor-mentor yang mumpuni untuk mendidik dan menjawab pertanyaan dari mereka yang ingin belajar industri kreatif.

“Ruang sudah disiapkan. Jadi tidak ada alasan lagi untuk mengatakan tidak ada wadah bagi kalian anak-anakku,” tegas Risma.

Alasan Risma men-support kegiatan positif bagi anak muda ini disebabkan banyak faktor. Salah satunya, ketika dirinya berkunjung ke Inggris, beberapa waktu lalu.

Ia lantas bercerita, di Inggris terdapat pengembangan innovatif atau pengenalan teknologi secara dini yang diperuntukkan bagi anak kecil.

“Mereka diajari dan dikenalkan seputar dunia teknologi. Tujuannya agar anak dapat berinovasi dimana pun dan kapanpun serta terus bergerak. Itu yang nanti saya terapkan di Surabaya agar anak-anak muda tidak ketinggalan dalam berteknologi,” terusnya.

Ditanya nama kelas khusus industri kreatif tersebut, Tri Rismaharini tertawa lantaran mengaku belum mengetahuinya. Dirinya menyerahkan kepada anak-anak yang berkecimpung di dalamnya.

“Nanti tahun 2018, Surabaya juga akan jadi tuan rumah Startup Nations Summit dengan anggota 172 negara. Yang hadir perguruan tinggi dunia, anak muda dari negara lain dan pemerintahan. Jadi Surabaya tuan rumah tapi ini sebenarnya gawe pemerintah Indonesia,” tukasnya.

Yansen Kamto Chief Executive Kibar, mengaku berterima kasih kepada Tri Rismaharini yang telah memberikan tempat kepada pelaku industri kreatif.

“Saya beri kesaksian mewakili anak muda ekonomi digital telah disiapkan di Surabaya untuk kelas dunia. Bila gak mau manfaatin, saya bawa anak muda Pontianak, Irian untuk ke sini untuk memprovokasi. Indonesia ini penuh dengan talenta dan hanya Surabaya yang memberi ruang dan difasilitasi,” kata Yansen seraya mengungkapkan jika Dennis Adhiswara, CEO Layaria, akan menyiapkan tempat kelas film. (wh)