Wow, Facebook Ajari UKM Surabaya Digital Marketing

Wow, Facebook Ajari UKM Surabaya Digital Marketing

Pelatihan digital media Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (4/3/2017).

Kabar gembira bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Surabaya. Akhir Maret 2017 mendatang, instruktur Facebook akan mengajar pelatihan digital marketing. Kegiatan tersebut akan berlangsung periodik setiap Sabtu dan Minggu di Kaza City Mall Surabaya.

“Selama kurang lebih tujuh bulan, mulai akhir Maret hingga September 2017 mendatang, instruktur Facebook dari Singapura akan datang dan mengajar pelaku UKM di Surabaya,” kata Kisworo Agung Pambudi, mentor digital media Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya, di Kaza City Mall, Jalan Kapas Krampung Plaza, Surabaya, Sabtu (4/3/2017).

Menurut dia, kedatangan instruktur dari Singapura menyusul kunjungan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di markas Facebook di Silicon Valley, San Fransisco, Amerika Serikat pada Februari 2017 lalu. Di mana Wali Kota Risma sempat berbicara panjang lebar terkait keberadaan pelaku UKM Pahlawan Ekonomi Surabaya yang terus bertumbuh dan sekarang mencapai 5.000 UKM.

Sebelumnya, Pahlawan Ekonomi juga bekerja sama dengan Facebook untuk program She Means Business pada Agustus 2016 lalu. Selama program tersebut berlangsung, sedikitnya 250 perempuan pelaku UKM yang diedukasi dengan memanfaatkan social media untuk menjual produk.

Kisworo menuturkan, pelatihan dari FB ini terbuka untuk umum. Bagi mereka yang menjadi pelaku usaha di Surabaya bisa ikut tanpa dipungut biaya apapun.

“Silakan datang ke Kaza City Mall. Syaratnya harus ber-KTP Surabaya. Untuk usia 40 tahun ke bawah akan masuk kelompok Pejuang Muda, dan usia 40 tahun ke atas masuk kelompok Pahlawan Ekonomi,” katanya.

Kisworo meminta agar para peserta pelatihan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda mengubah mindset tentang media sosial. “Untuk Facebook misalnya, manfaatkan bukan hanya untuk berteman atau permainan saja, tetapi juga menunjang bisnis. Perbanyaklah pertemanan untuk menunjang penjualan produk Anda,” katanya.

Ia mencontohkan peserta pelatihan telah mempunyai lima produk. Jangan langsung ditaruh di Facebook semua. Tetapi harus ada jeda waktu. “Ini juga, agar masyarakat tidak bosan dengan tampilan Facebook kita hingga menjadikan teman, bukan menjadi haters atau suka komentar jelek dan miring,” urainya. (wh)