Wow, Batik Warga Terdampak Dolly Ini Terjual Rp 10 Juta

Wow, Batik Warga Terdampak Dolly Ini Terjual Rp 10 Juta

Ike Setyawati, owner Batik Canting Surya, optimistis bisa bangkit setelah Dolly ditutup. foto: arya wiraraja/enciety.co

Awal proses belajar, ia lakukan di Rumah Batik Surabaya di Putat Jaya Surabaya, akhir tahun 2014. Saat itu, ia mengaku sering mendapatkan kritikan dari beberapa mentor.

“Saat pertama kali belajar membatik, saya ikut beberapa program yang diadakan Pemerintah Kota Surabaya. Saat itu banyak program pelatihan, namun, hati saya lebih memilih untuk ikut pelatihan membatik,” terang Ike.

Kata dia, memulai menjadi pelaku usaha memang sulit. Terutama membuat batik tulis. Kendala yang dihadapi adalah membuat pola batik pada kain. Ketika pola yang dirancang telah selesai, lalu masuk proses mencanting. Setelah itu masuk pada proses pewarnaan batik.

“Saya butuh waktu kira-kira 3 minggu untuk menghasilkan satu kain batik tulis. Prosesnya rumit memang. Butuh konsentrasi dan sentuhan seni. Saya juga sering dikoreksi oleh para mentor. Namun, setelah produk kain saya jadi, saya sangat puas. Terlebih, setelah kain batik saya laku dijual, bangga rasanya. Keyakinan makin membara bisa mendapat untung dengan menjadi pelaku usaha,” ujar Ike, mengenang.

Tahun 2015, Ike bergabung Pahlawan Ekonomi. Saat itu, setelah berbulan-bulan ikut pelatihan, Ike mendapatkan informasi dari para mentor di Rumah Batik Surabaya jika ada satu gerakan pemberdayaan keluarga yang digagas Pemerintah Kota Surabaya. Untuk mendaftar, Ike mengaku jika diarahkan untuk hadir pada Pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City pada hari Minggu.

Benar saja, setelah mendaftar dan aktif di Pahlawan Ekonomi, kemampuan Ike terus berkembang. Ia belajar mengembangkan berbagai motif khas kain batik Putat Jaya Surabaya. Motif tersebut di antaranya motif batik daun jarak dan motif batik buah jarak.

Bukan hanya itu, ia juga berhasil menguasai motif batik suro dan boyo. Lantas, terakhir, dengan dibantu para mentor, Ike berhasil menciptakan kain batik tulis dengan motif cerita sejarah Nusantara yang laku dijual Rp 10 juta.

“Saya sangat bersyukur, beberapa waktu lalu, setelah saya berhasil menjadi pemenang juara satu lomba Desain Batik Jawa Timur yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur 2016. Ada salah satu kolektir kain batik nasional yang memesan kain batik tulis dengan motif cerita sejarah Nusantara. Ia membelinya Rp 10 juta,” ujar Ike, lalu tersenyum.