Wow, Batik Warga Terdampak Dolly Ini Terjual Rp 10 Juta

Wow, Batik Warga Terdampak Dolly Ini Terjual Rp 10 Juta

Ike Setyawati, owner Batik Canting Surya, optimistis bisa bangkit setelah Dolly ditutup. foto: arya wiraraja/enciety.co

Banyak imbas positif yang dapat dirasakan masyarakat Surabaya setelah lokalisasi Dolly ditutup. Setidaknya mereka dapat lebih mandiri dan menghasilkan rezeki lewat jalan yang halal.

Hal tersebut yang kini dirasakan oleh Ike Setyawati, owner Batik Canting Surya. Ike memutuskan menjadi pelaku usaha sejak pertengahan tahun 2014. Awalnya, ia mengaku sangat kesulitan untuk menciptakan produk unggulan berupa batik tulis dengan motif cerita. Namun, berkat kegighan dan ketekunannya, Ike sekarang telah berhasil menciptakan kain batik tulis dengan motif cerita yang laku dijual seharga Rp 10 juta.

Ike memulai menjadi pelaku usaha sejak tahun 2014, pascalokalisasi Dolly ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya. Selain dia, banyak juga kawan-kawannya yang dulu kemajuan usahanya bergantung dari lokalisasi, kini sudah mulai sukses menjadi pelaku usaha.

“Contohnya saya pribadi, dulu saya memiliki usaha permak dan konveksi di kawasan lokalisasi. Pelanggan saya kebanyakan adalah para pegawai wisma yang ada di lokalisasi,” tegas dia saat diwawancarai enciety.co, Kamis (27/4/2017).

Ketika Lokalisasi Dolly ditutup, ia mengaku jika usaha yang ia rintis sejak lama menjadi sia-sia. Penghasilan jutaan rupiah yang dapat ia kumpulkan sebulan sirna sekejap mata. Namun, berkat semangat dari sang suami dan keluarga besarnya, ia bertekad bangkit dengan menjadi pelaku usaha.

“Setelah Dolly ditutup, ada beberapa penyuluhan yang dilakukan pihak Pemerintah Kota Surabaya tentang berbagai pelatihan yang diperuntukkan bagi para warga terdampak. Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya pun bertekad ikut dan niat untuk mencari rezeki halal dari menjadi pelaku usaha,” tegas Ike.