WOM Finance Bukukan Laba Bersih Rp 41 M

WOM Finance Bukukan Laba Bersih Rp 41 M

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) membukukan laba bersih sampai kuartal III-2014 sebesar Rp 41 miliar, turun 8,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 45 miliar. Sementara piutang pembiayaan konsumen (bersih) perseroan tercatat mencapai Rp 4,33 miliar atau tumbuh 24,78 persen dibandingkan kuartal III-2013 yang mencapai Rp 3,47 miliar.

President Director WOM Finance Djaja Sutandar mengatakan, pada kuartal III tahun ini laba perseroan turun sebesar 8,8 persen disebabkan kondisi ekonomi yang membuat bisnis slow down.

Padahal, volume pembiayaan sepeda motor baru dan bekas WOM Finance mencapai 438 ribu unit atau tumbuh 11,73 persen dibandingkan periode sama pada 2013 yang mencapai 392 ribu unit motor. Di sisi lain, total pendapatan perseroan yang September 2013 mencapai Rp 1,18 miliar, kini tumbuh 5 persen atau menjadi Rp 1,24 miliar.

“Tetapi, beban operasional WOM Finance juga naik sebesar Rp 1,03 miliar atau 2,4 persen. Sehingga membuat laba bersih kami pada kuartal III-2014 turun dan menjadi Rp 41 miliar,” ujarnya di Jakarta.

Berkaitan dengan laba, Djaja mengungkapkan, perseroan akan konsisten meningkatkan kinerja perusahaan dengan memberikan pelayanan yang lebih baik melalui beragam strategi bisnis dan action plan. Ke depan, papar dia, perseroan akan meningkatkan fee based income melalui pembiayaan konsumen dan produk Motorku dan Mobilku yang bekerja sama atau channeling dengan PT Bank International Indonesia Tbk (BII).

“Selama ini, peningkatan kualitas pembiayaan kami tercapai dengan cara mengoptimalkan dealer-dealer dengan kategori green dan blue. Ke depan, kami masih akan melanjutkan strategi tersebut, karena perseroan ingin menjaga rasio non performing loan (NPL) net WOM Finance yang pada kuartal III-2014 berada di level 1,24 persen,” papar dia.

Strategi ke depan perseroan lainnya, yaitu memperkuat fundamental dan infrastruktur melalui cabang dan infrastruktur teknologi (TI), mencari sumber pendanaan baru, menganalisa manajemen risiko maupun operasional secara menyeluruh. Serta, tutur Djaja, perseroan juga akan meningkatkan produktivitas dan kompetensi karyawan.

Sampai September lalu, WOM Finance memiliki 106 cabang dan 87 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Finance Director WOM Finance Zacharia Susantadiredja mengatakan, hingga sekarang cabang 65 persen berada di Pulau Jawa. “Perseroan berniat membuka kantor cabang baru.

“Kami selalu mencari daerah yang masih potensial. Karena itu, pertumbuhan pembiayaan tahun ini tidak seagresif tahun sebelumnya, sebab kami selektif,” jelas dia.

Sampai akhir tahun, ujar Zacharia, laba perseroan diperkirakan akan terkoreksi atau berada di posisi yang sama pada 2013, yaitu sebesar Rp 66 miliar. Hal itu karena, WOM Finance melihat kondisi industri perusahaan multifinance masih agak tertekan sampai akhir 2014. Karena itu, ia berharap, efek inflasi di tahun depan akan selesai saat memasuki semester II-2014.

“Kenaikan BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi membuat UMR (upah minimum regional) naik. Kami berharap, itu akan membantu daya beli masyarakat tidak menurun danmembuat laba yang perseroan peroleh naik. Sementara untuk pertumbuhan pembiayaan tahun depan, kami menargetkan dapat tumbuh 8-10 persen,” ungkap dia.(bst)