Wismilak Kucurkan Rp 2 M buat Program DSC 2016

Wismilak Kucurkan Rp 2 M buat Program DSC 2016

Chief Board of Commissioner Diplomat Success Challenge Surjanto Yasaputera dan Alumni DSC 2014, Ryan Ade Pratama dalam acara Diplomat Success Challenge (DSC) 2016 di Surabaya, Senin (9/5/2016). foto:arya wiraraja/enciety.co

Diplomat Success Challenge (DSC)  2016 tahun ini kembali di gelar. Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Wismilak Inti Makmur Tbk ini merupakan kali ketujuh digelar. Dalam acara tersebut, PT Wismilak menghibahkan dana Rp 2 miliar yang dapat diperuntuhkan bagi para wirausaha usia produktif.

Chief Board of Commissioner Diplomat Success Challenge, Surjanto Yasaputera, mengatakan agenda tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan entrepreneur yang diharapkan mampu menyebarkan wirausaha baru.

“Kami melihat alumni DSC Wismilak telah berhasil menjadi agen perubahan. Selanjutnya kami akan membuat mereka menularkan kesuksesan yang mereka capai kepada generasi lainnya,” terang Surjanto di Surabaya, Senin (9/5/2016).

Surjanto menjabarkan, setidaknya ada tiga keunikan program tersebut. Pertama, mendorong munculnya pengusaha baru melalui kompetisi. Kedua, adanya iming-iming hadiah senilai total Rp 2 miliar sebagai modal usaha

“Terakhir, program ini sekaligus menjadi business incubator dengan menyediakan pendampingan usaha dan bimbingan manajemen selama satu tahun,” tuturnya.

Disisi lain Surjanto menyebutkan, dalam kompetisi wirausaha tahun ini pihaknya, bekerja sama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim, menyelenggarakan seminar bertajuk Business Fundamental yang bertujuan memberikan motivasi berwirausaha pada kalangan muda Indonesia.

“Kami ingin memastikan keberhasilan para wirausahawan muda yang memenangkan kompetisi DSC,” tambahnya

Sementara itu, alumni DSC 2014 Ryan Ade Pratama menuturkan, dirinya memproduksi dan berbisnis alat musik Cajon, yang berasal dari Peru, Amerika Selatan ini mampu memproduksi 200 unit per bulan dalam usahanya.

“Kesuksesannya tersebut tak terlepas dari modal usaha yang kami dapatkan sebagai pemenang dan  bimbingan usaha yang selama satu tahun ini didapatkan oleh pihak DSC,” ungkap Ryan.

Bisnis yang di jalankan pria lajang ini  sudah tersebar luas ke seluruh nusantara. Outletnya hingga saat ini mencapai 30 titik di seluruh Indonesia kecuali Papua dengan omset perbulan mencapai Rp 150 juta rupiah. Bahkan beberapa toko musik besar sudah menjadi mitra bisnisnya antara lain PT HLS Musik, PT Sincere Musik, PT Premier Musik, Chic’s Music, Queen Musik Solo, dan Istana Musik Medan.

Seperti diketahui, program DSC merupakan program Corporate Social Responsibility atau disebut CSR yang diprakarsai perusahaan rokok PT. Wismilak Inti Makmur Tbk yang berlangsung sejak tahun 2010 lalu untuk mencetak wirausahawan muda seluruh Indonesia. (wh)