Wisatawan Cari Keunikan

Pada tahun 2013, semakin banyak wisatawan menggunakan aplikasi mobile (piranti bergerak) dalam merencanakan perjalanan wisata mereka. Wisatawan menggunakan aplikasi mobile untuk mencari tips dan saran selama perjalanan, petunjuk arah, pemesanan tiket dan penterjemah bahasa.

“Kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia, memberikan peluang bisnis dari munculnya kelas menengah dan tingginya minat masyarakat untuk berwisata dan bersantai.  Kawasan ini juga telah menjadi mesin dalam pertumbuhan industri mobile dan smartphone,” ujar CEO Skyscanner, Gareth Williams dalam siaran pers.

Dari data yang dimiliki Skyscanner, mengungkapkan banyak wisatawan Indonesia memanfatkan keuntungan dari kedekatan jarak dengan negara-negara tetangga, atau memilih tujuan dalam negeri dengan fasilitas terbaik. Singapura menduduki urutan pertama sebagai tujuan wisata akhir pekan, diikuti oleh Bali, Kuala Lumpur, Jakarta dan Yogyakarta.

“Tujuan wisata yang menarik di ASEAN semakin populer di kalangan wisatawan Indonesia.  Sesering dengan wisatawan negara tetangga berwisata ke Indonesia, sebaliknya masyarakat Indonesia juga mulai mempertimbangkan untuk berkunjung ke negara tetangga,” ujar Manajer Pengembangan Pasar Skyscanner untuk Indonesia, Tika Larasati.

Tujuan yang dipilih wisatawan, lanjut Tika, adalah yang menawarkan beragam atraksi wisata namun masih relatif dapat terjangkau oleh biaya, budaya, bahasa dan jarak.

Memasuki tahun 2014, Skyscanner pun melakukan prediksi tren wisata pada tahun 2014. Hasilnya sebagai berikut.

Jawa Timur

Wisatawan Cari Keunikan
Wisata Kawah Ijen , Taman Wisata dan Cagar Alam eksotik di Banyuwangi.wisata asia

Kabupaten Banyuwangi Provinsi berada di ujung timur pulau Jawa kembali berhasil menyabet Travel Club Tourism Award (TCTA) 2013 kategori The Most Creative. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sabtu (21/12/2013), menerima penghargaan itu di Jakarta.

TCTA 2013 diselenggarakan atas kerja sama Travel Club dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif. Tim juri independen, terjun meriset berbagai kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia.

Banyuwangi dinilai sebagai kabupaten yang mengemas pengembangan pariwisata secara kreatif, sehingga layak mendapatkan penghargaan kategori ”The Most Creative” menyingkirkan kabupaten-kabupaten lainnya.

Kreativitas itu ditunjukkan dengan beragam acara wisata dan kegiatan itu terbukti ampuh mengatrol pamor Banyuwangi sebagai destinasi wisata yang layak dipilih. Kunjungan wisatawan pun semakin terdiversifikasi, sekaligus membuktikan pariwisata adalah sektor yang bisa dengan cepat menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat.

Event wisata yang dikemas secara kreatif dalam Banyuwangi Festival berdampak setidaknya pada tiga hal. Pertama, peningkatan pendapatan daerah/komunitas lokal. Kedua, peningkatan citra daerah. Ketiga, memperluas destination life-cycle, sehingga daerah tidak hanya dikenal melalui satu atau dua destinasi wisata saja.

Jadi, wisata dalam negeri akan terus tumbuh. Khususnya untuk liburan akhir pekan serta dengan banyaknya pembangunan bandara-bandara baru di tingkat domestik serta hotel-hotel mewah. Hal ini pun dipacu oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang semakin menggalakkan pariwisata dalam negeri. Selain itu, kebijakan cuti bersama dari pemerintah memberi tambahan hari libur akan membuat liburan akhir pekan lebih panjang dan mendorong wisata domestik.

Dengan melonjaknya lalu lintas udara pada tahun ini serta wisatawan yang bergantung pada perjalanan udara, hal ini secara khusus akan menjadi perhatian utama pariwisata di Indonesia. Sebanyak 12 bandara baru telah dibuka pada tahun 2013, tujuh lainnya menyusul pada tahun 2014 dan tambahan lima bandara dibuka pada 2015. Perluasan rute akan memberi masyarakat Indonesia lebih banyak pilihan berwisata, dan dengan pertimbangan kenyamanan, penerbangan menjadi lebih populer di 2014. (dari serbagai sumber)