Wika Bidik Dana Rp 1 T dari Pasar Modal

 

Wika Bidik Dana Rp 1 T dari Pasar Modal

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan menggalang dana sekitar Rp 1 triliun dari pasar modal. Perseroan menjajaki beberapa opsi pada akhir tahun ini dan awal 2015.”Wika bisa saja menerbitkan obligasi ataupun surat utang bertenor menengah,” ujar Direktur Utama Wika Bintang Perbowo di Jakarta, belum lama ini.

Dia mengatakan, perseroan bisa saja mendorong beberapa anak usaha menerbitkan MTN. Karena, lebih murah dan cepat. Hal itu bisa dilakukan bila anak usaha membutuhkan dana segar untuk ekspansi.

Dia menuturkan, selain dari pasar modal, Wika tengah menjajaki pencarian dana eksternal dari perbankan untuk pendanaan modal kerja (working capital). Perseroan berencana menggenjot lini bisnis properti hingga 20-30 persen dari saat ini 15-18 persen.

Dia menegaskan, pencarian dana dari pasar modal itu tidak termasuk rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) anak usaha. Perseroan tengah menjajaki IPO Wika Realty dan Wika Gedung dengan estimasi nilai masing-masing Rp 2 triliun.

Dia menyatakan, lini bisnis properti perseroan akan digenjot oleh dua anak usaha Wika Realty dan Wika Gedung. Selain di dalam negeri, perseroan juga menggenjot bisnis properti luar negeri.

Perseroan terus berekspansi ke mancanegara. Setelah menggarap jalan tol di Aljazair, BUMN ini memperoleh kontrak pembangunan proyek properti di Myanmar senilai US$ 125 juta atau Rp 1,47 triliun. Ekspansi juga dilakukan ke Timor Leste dan negara- negara Timur Tengah.

Proyek-proyek di mancanegara itu akan mendukung pencapaian target kontrak baru (new order) WIKA tahun ini senilai Rp 25,83 triliun. Hingga Agustus lalu, WIKA telah mengantongi kontrak baru sekitar Rp 11,5 triliun.

“Di Myanmar, WIKA mengantongi kontrak USD 125 juta dari Noble Twin Dragon Pte Ltd (NTD), untuk membangun Pyay Tower and Residence di Yangon. Penandatanganannya dilakukan Kamis (11/9/2014), di Singapura. Ini merupakan kerja sama kami yang pertama dengan Noble Twin,” ujar Sekretaris Perusahaan WIKA Suradi kepada Investor Daily di Jakarta, kemarin.

Suradi mengatakan, lingkup pekerjaan pada proyek tersebut meliputi civil works, arsitektural, mekanikal elektrikal, dan plumbing. Pembangunan perkantoran, apartemen, dan commercial area itu akan dimulai Oktober 2014 hingga 2017.

“Pyay Tower yang berada di prime area Yangon itu terdiri atas 23 lantai dan 3 basement. Lantai 1 hingga lantai 5 adalah commercial area dengan standar B+. Sedangkan lantai 6 hingga 23 untuk perkantoran,” tuturnya.

Dia menyatakan, lingkup pekerjaan pada proyek ini meliputi, civil works, arsitektural, mekanikal elektrikal, dan plumbing. Bagi WIKA, ini adalah kali pertama berkerja sama dengan Noble Twin Dragon Pte. Ltd.

“Kami dengan tim yang ada akan berusaha dengan sebaik-baiknya. Saya berharap hasilnya baik sesuai yang diharapkan sehingga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik,” tegas dia.

Sementara itu, Presiden Direktur Wika Bintang Perbowo mengatakan, Wika telah mengantongi kontrak baru (new order) sebesar Rp 11,5 triliun hingga Agustus 2014.

“75 persen kontrak dari proyek swasta. Sisanya dari proyek pemerintah,” ujar dia kepada Investor Daily, Rabu malam (10/9)

Menurut dia, proyek-proyek besar didominasi dari kontrak dengan Pertamina dan Bukit Asam. Juga, pengerjaan bandara Soekarno Hatta. (bst/ram)