Wika Beton Bangun Dua Pabrik Baru

Wika Beton Bangun Dua Pabrik Baru

PT Wijaya Karya Beton bakal membangun dua pabrik baru sebelum go public tahun ini. Pembangunan dua pabrik tersebut diperuntukkan menambah kapasitas produksi pabrik di Gempol, Pasuruan dengan total investasi Rp 628 miliar.

“Dengan tambahan dua pabrik itu, kapasitas produksi Wika Beton akan menjadi 2,4 juta ton,” ujar Direktur Pemasaran PT Wika Beton Fery Hendriyanto, Senin (3/2/2014).

Ia lalu menjelaskan, pabrik baru itu akan dibangun di Lampung Selatan di atas lahan seluas 40 hektar dengan investasi Rp 150 miliar. Pabrik kedua di Cilegon Banten dengan investasi Rp 175 miliar. Kemudian perluasan pabrik di Gempol diatas lahan seluas empat hektar.

Kata dia, pabrik di Gempol merupakan pabrik terbesar kedua. Kapasitas produksi terpasang 400 ribu ton, nantinya akan ditingkatkan menjadi 475 ribu ton per tahun. Penambahan kapasitas produksi itu sudah sangat mendesak. Pada tahun 2013, kapasitas produksi sudah mencapai 120 persen dari kapasitas terpasang.

“Pabrik yang Gempol selama ini beroperasi 24 jam karyawan bekerja tiga ship,” kata Khusnul Hakim, manajer pabrik Wika Beton Gempol.

Sebagai pabrik terbesar di Indonesia, pabrik di Gempol pada tahun 2013 memberikan konstribusi sebesar 25,3 persen dari total produksi nasional tahun 2013 yang sebanyak dua juta ton.

Produksi sebanyak itu berasal dari delapan pabrik yang tersebar di Medan Sumatera Utara, Lampung, Karawang, Bogor, Boyolali, Majalengka, Gempol, dan Makassar. Produksi dari delapan pabrik itu mampu menguasai sekitar 43,8 persen pasar benton cetak di Indonesia.

Menurut Fery, tahun ini, Wika Beton akan memproduksi tiang pancang atau paku bumi dengan diameter 2.000 milimeter atau dua meter. Sedangkan saat ini baru 1,6 meter. Proyek besar, seperti pelabuhan, dan jembatan layang membutuhkan paku bumi dengan ukuran lebih besar, dan selama ini hanya Wika Beton yang memproduksi. Balok cetak untuk kepentingan proyek jalan tol juga tetap diproduksi. Namun sekitar 65 persen produksinya selama ini adalah paku bumi.

Wika Beton yang sudah mendaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai persiapan go publik, pada tahun 2013 lalu meraih laba bersih Rp 240 miliar, naik sekitar 20 persen dari laba bersih tahun 2012  sebesar Rp 190 miliar. Sedang tahun 2014 mematok target pendapatan Rp 311 miliar.(wh)