Wika Ajukan Penambahan Modal Negara Rp 3 Triliun

Wijaya Karya Realisasi Kontrak Baru Rp 4 T
sumber foto: viva

 

PT Wijaya Karya Tbk (Wika) mengajukan nilai penambahan dana melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2016 sebesar Rp3 triliun. Direktur Utama Wika Bintang Perbowo mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan kawasan industri, jalan tol, high speed railway atau kereta cepat Jakarta-Bandung dan pengelolaan air bersih. “PMN sebesar Rp3 triliun akan digunakan untuk mempertahankan kepemilikan pemerintah ketika dilakukan right issue,” ujar Bintang, di Jakarta.

Dalam membangun kereta cepat dengan jumlah investasi sebesar Rp60 triliun, Wika meminta modal tambahan senilai Rp3 triliun. Wika mendapatkan porsi saham sebesar 23 persen dalam konsorsium BUMN untuk menggarap proyek tersebut bersama investor yang kini masih dalam tahap pengkajian. ‎”Selain itu, PMN 2016 juga untuk membangun kawasan industri Kuala Tanjung, Tol Soreang-Pasir Koja, dan sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur 5.000 liter per detik. Ekuitas 30 persen sebesar Rp3,45 triliun, dan loan 70 persen sebesar Rp10,35 triliun,” ucapnya.

Untuk total investasi jalan Tol Soreang-Pasir Koja sebesar Rp1,5 triliun dengan share Wika 25 persen. Investasi sebesar Rp375 miliar terdiri dari ekuitas Wika sebesar Rp113 miliar dan loan sebesar Rp261 miliar. “Untuk SPAM Jatiluhur 5.000 liter per detik memiliki total investasi sebesar Rp2 triliun dengan saham Wika sebesar 14 persen. Sehingga, nilai investasinya sebesar Rp280 miliar yang terdiri dari Rp84 miliar dana perusahaan dan pinjaman Rp196 miliar,” ungkapnya.

Total kebutuhan dana investasi 2016 sebesar Rp83,1 triliun. PMN sebesar Rp3 triliun akan digunakan untuk mempertahankan kepemilikan pemerintah ketika dilakukan right issue, diharapkan dana yang terhimpun melalui right issue sebesar Rp1,7 triliun. (oke)