WEF: Kesenjangan Kaya Miskin Makin Lebar

 

WEF: Kesenjangan Kaya Miskin Makin Lebar

Belakangan ini tingkat kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin di berbagai pelosok dunia kian parah. Bahkan survei yang dirilis World Economic Forum (WEF) menunjukkan, pelebaran kesenjangan penghasilan antara penduduk terkaya dan termiskin menjadi kekhawatiran terbesar para pimpinan negara di seluruh dunia sepanjang tahun depan.

Mengutip laman CNBC, Sabtu (8/11/2014), tingkat kesenjangan yang semakin memburuk berada di posisi teratas sebagai risiko perekonomian dunia terbesar pada 2015, khususnya karena bertambahnya jumlah penangguran.

“Tidak ratanya pendapatan penduduk merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini,” ungkap Amina Mohammed, yang bekerja di bidang rancangan pengembangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Dia menerangkan, meskipun pertumbuhan ekonomi dunia tengah dalam pemulihan, tapi kemiskinan, kerusakan lingkungan, tingkat pengangguran, ketidakstabilan politik, kekerasan, dan konflik masih menjadi masalah besar. Berbagai tantangan tersebut muncul dalam laporan tersebut sebagai penyebab melebarnya kesenjangan penduduk kaya dan miskin di dunia.

Bulan lalu, Pimpinan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Janet Yellen juga mengingatkan, ketidaksetaraan penghasilan di AS hampir mencapai level tertinggi dalam 100 tahun terakhir.

“Dengan beberapa prediksi, kesenjangan harta dan pendapatan dapat lebih tinggi dari level 100 tahun terakhir dan bahkan bisa melampaui angka tertinggi sepanjang sejarah AS,” terangnya.

Sekadar informasi, WEF melakukan survei terhadapi 1.767 partisipan di seluruh dunia yang bekerja di bidang bisnis, akademis, pemerintahan, dan berbagai organisasi internasional. (lp6)