Wearvue TG-1, Kacamata Pintar Bisa untuk Presentasi

Wearvue TG-1, Kacamata Pintar Bisa untuk Presentasi
foto: playtech

Tidak semua produk wearable memiliki fungsi khusus semisal kacamata. Dilaporkan Fareastgizmos, Toshiba melakukan sebuah terobosan produk wearable dengan menghadirkan kacamata pintar yang bisa digunakan untuk presentasi pada saat seminar atau laporan tahunan.

Kacamata pintar itu adalah Toshiba Wearvue TG-1 atau biasa pula disebut Toshiba Glass, dan sudah diperkenalkan pada ajang Wearable Expo di Tokyo.

Kacamata ini merupakan pengembangan dari Toshiba Glass sebelumnya yang diperkenalkan pada ajang CEATEC 2014 silam, dan bisa terhubung dengan dengan PC berbasis Windows.

Banderol perangkat ini cukup mahal, yakni di kisaran JPY216.00 atau di kisaran Rp 25,9 juta. Lantaran mahal itulah, produk ini memang diprioritaskan untuk perusahaan, dimana pegawainya tidka harus menyediakan perangkat manual seperti layar ataupun proyektor.

Wearvue TG-1, Kacamata Pintar Bisa untuk Presentasi
foto: playtech

Untuk menjalakan fungsi dari Toshiba Wearvue TG-1 ini cukup mengunduh aplikasi SDK melalui website resmi Toshiba dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Kebetulan perangkat ini cukup kompatibel dengan platform Windows 8.1.

Nah, kinerja perangkat ini sudah bisa terhubung dengan layar, baik tv maupun monitor lainnya, dengan  cukup dikenakan seperti memakai kacamata biasa. Hasil akhir, Anda tidak membutuhkan kertas yang banyak, perangkat penghubung dengan kabel power dan lain-lain.

Toshiba Wearvue TG-1 memiliki dimensi yang cukup ringan untuk dikenakan. Dia hanya berbobot 50 gram. Selain itu, perangkat ini juga memiliki gambar virtual yang lebih jelas dengan resolusi 1280 x 720, memiliki 18-bit dan 26 juta warna.

Penggunaan display bisa disesuaikan menurut kebutuhan. Anda bisa meletakkan di sisi kanan atau kiri frame kacamata, dengan tujuan mata tidak mudah lelah.

Teknologi yang diterapkan Toshiba ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industry, seperti kesehatan, manufaktur, dan industri lain, dimana pekerjanya membutuhkan data yang setiap harinya dikerjakan secara manual.

Baiklah, menurut rencana perangkat ini mulai dijual pada 29 Februari 2016 dan bisa dipesan melalui Amazon dengan banderol sektiar Rp25,9 juta dengan kurs JPY1 setara dengan Rp120. (wh)