Waspadai Paradoks Likuiditas Makro Dan Pasar

Waspadai Paradoks Likuiditas Makro Dan Pasar
sumber foto: bincangbisnis

Rendahnya suku bunga di hampir semua bank sentral di negara-negara utama dunia, diharapkan mampu memberikan likuiditas perekonomian yang lebih besar. Faktanya, kebijakan suku unga rendah ini menimbulkan dilema ekonomi, yakni lilikuiditas pasar yang parah.

Doktor Nouriel Roubini, yang dikenal dengan sebutan Doktor Boom melihat fenomena paradoks ini pada sejumlah peristiwa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa flash crash pada 2010 silam, ketika saham-saham Amerika Serikat (AS) rontok hampir 10 persen dalam tempo 30 menit, peristiwa taper tantrum pada 2013, dan kenaikan imbal hasil obligasi berjangka 10 tahun German Bund yang nyaris instan dari 5 basis poin menjadi hampir 80 pada bulan lalu.

Roubini menambahkan, perbedaan yang terjadi antara likuiditas ekonomi dengan pasar disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk diantaranya bangkitnya para pedagang saham berfrekuensi tinggi (high frequency traders/HFT). Di pasar saham, high frequency traders membukukan sebagian terbesar transaksi saham yang hanya terkonsentrasi pada awal dan jam terakhir hari perdagangan. Sedangkan di luar itu, pasar sangat tidak likuid, dengan hanya sedikit transaksi.

Paradoks likuiditas makro dan likuiditas pasar dinilai akan menjadi bom waktu. Sejauh ini, hal tersebut hanya menyebabkan volatilitas flash crash dan perubahan mendadak pada imbal hasil obligasi dan harga saham. Tapi perlu diwaspadai, lama kelamaaan, semakin lama bank sentral menciptakan likuiditas untuk menekan volatilitas jangka pendek, semakin besar besar peran mereka dalam terbentuknya gelembung harga ekuitas, obligasi dan aset pasar lain. (bbi/age)

Berikut ini adalah prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks Rabu (3/6):

EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.0960 untuk menambah tekanan bearish mengincar area support 1.0890. Resisten terdekat tampak di area 1.1155, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka kemungkinan menguji area 1.1200.

GBP/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 1.5280 untuk menambah tekanan bearish mengincar area 1.5200. Di sisi atasnya, resisten terdekat tampak di area 1.5385, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5430 sebelum melanjutkan penurunan.

USD/JPY. Bias intraday masih bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus diatas area 124.90 untuk memicu momentum bullish mengincar area 125.70. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 123.80, berbalik secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 123.10 sebelum melanjutkan trend penguatan.

USD/CHF. Bias masih bearish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 0.9270. Penembusan di bawah area tersebut akan memicu momentum bearish lebih lanjut membidik area 0.9200. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 0.9380, penembusan konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 0.9440.

AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di atas area 0.7820 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.7870. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 0.7700. Penembusan di bawah area tersebut untuk membawa harga turun menguji area 0.7660.

XAU/USD. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih bullish terutama jika harga mampu break konsisten di atas area 1193.70. Yang bisa memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang MA-200 di sekitar 1197.60, sebelum mengincar MA-100 di sekitar 1201.75. Sebaliknya, MA-21 di sekitar 1190.00 akan bertindak sebagai support terdekat. Clear break di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 1185.35. Support berikutnya berada di area 1181.65.

Hang Seng Futures. Bias terlihat sideways dalam jangka pendek untuk Hang Seng dengan kisaran perdagangan terlihat diantara wilayah 27200 – 27300, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, jika harga dapat menembus ke atas area 27300, harga seharusnya dapat membuat pergerakan bullish lebih lanjut menguji ke 27410 sebelum menguji ulang ke area kunci resisten di 27540. Untuk sisi bawahnya, break di bawah area 27200, seharusnya berikan tekanan bearish lebih lanjut menuju ke 27140 sebelum menargetkan ke area kunci support di wilayah 27000.

Nikkei Futures. Bias sideways dalam jangka pendek untuk Nikkei dengan potensi kisaran perdagangan terlihat antara 20395 (fibonancci 50.0%) dan 20535 (fibonancci 23.6%) pada grafik 1 jam, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, break di atas area 20535, seharusnya memicu bullish lanjutan menuju ke 20660 sebelum menargetkan ke area kunci resisten di 20800. Dan untuk sisi bawahnya, break di bawah area 20395 dapat memicu bearish lebih lanjut menuju ke area 20330 sebelum membidik ke area kunci support di 20130.

Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 255.50 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 254.70. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 257.60. Diperlukan penembusan di atas area tersebut untuk membawa harga naik menguji area 258.80. (bbi/age sumber monexnews)

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.