Waspadai Diabetes Mengincar Anak Muda Berusia 30-an

Waspadai Diabetes Mengincar Anak Muda Berusia 30-an

Penyakit diabetes tidak hanya melanda kaum orangtua yang berusia di atas 60 tahun. Kini,  penyakit diabetes juga dialami orang muda yang berusia 30-an tahun. Dari tahun ke tahun, penderita diabetes makin berusia muda.

Data dunia dari World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia dalam 10 besar dunia dilihat dari jumlah penderita  diabetes pada penduduknya. Di lingkup Asia Pasifik, Indonesia menduduki peringkat dua. Data tersebut diambil tahun 2015. “Komplikasi penyakit diabetes itu banyak, mulai dari ginjal, stroke, dan penurunan metabolisme tubuh,” kata Susana selaku Head of Nutrition Research Division.

Suzanna menjelaskan, gejala  diabetes ada yang tampak dan tidak tampak. Beberapa di antaranya, penderita akan mengalami sering buang air kecil serta badan lemas meski sudah makan. Bahkan penderita bisa terkena disfungsi seksual dan luka yang tidak kunjung sembuh. “Tapi tidak semua penderita diabetes mengalami gejala tersebut, makanya secara berkala harus mengecek kadar gula darah,” jelas Susana.

Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya diabetes bisa terlihat dari gaya hidup (lifestyle) yang berubah. Orang makin jarang bergerak, makin mudah mendapatkan makanan karena adanya layanan pesan antar makanan. Akibatnya, aktivitas fisik berkurang sehingga orang akan berisiko terkena diabetes.

Untuk mengurangi risiko diabetes di Indonesia, beberapa peneliti tengah melakukan riset dengan memproduksi berbagai produk makanan. Hal ini dilakukan di bawah naungan Nutrifood Research Center. Hasil penelitian menunjukkan, bahan pangan seperti biji jali dan lobak putih dinilai mampu mengurangi risiko diabetes.