Waspada, Wisatawan Dilarang Dekati Bromo

Waspada, Wisatawan Dilarang Dekati Bromo

Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo diminta waspada. Sampai Kamis (15/12/2016), gunung berstatus waspada (level 2) itu masih melontarkan material pasir dan kerikil serta bebatuan berukuran cukup besar. Wisatawan pun dilarang mendekati puncak dalam radius satu kilometer.

“Pada waktu malam, terutama pada Senin (12/12/2016) malam yang baru lalu, lontaran material dari kawah setinggi 600 meter itu berupa bola-bola api yang memijar,” ujar M Subhan, Kepala Pos Pantau Gunung Bromo PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi) di Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang dihubungi, Kamis tadi pagi.

Lebih lanjut Subhan menjelaskan, PVMBG masih menetapkan status gunung api bromo di Level 2 atau Waspada. “Itu artinya Gunung Bromo masih belum stabil, kegiatan vulkaniknya masih relatif tinggi,” tandas dia.

Pada bagian lain Subhan mengingatkan, bahwa pihaknya sudah memberi tahu ke pengelola Taman Nasional Bromo Tengger (TNBTS) untuk meneruskan imbauan agar wisatawan tidak masuk ke daerah kaldera radius satu kilometer dari puncak. “Wisatawan masih tetap masuk ke daerah terlarang itu, namun selalu tidak dihiraukan sama wisatawan dan warga,” ujar Subhan. (bst)