Waspada, Utang Luar Negeri Tumbuh 11,2 Persen

Waspada, Utang Luar Negeri Tumbuh 11,2 Persen
foto:teropongbisnis

Pemerintah berhasil menekan pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN), sementara ULN swasta terus meningkat. Meskipun demikian, Bank Indonesia melihat posisi ULN Indonesia masih relatif aman, namun terus mewaspadai risikonya.

Menurut catatan Bank Indonesia, ULN pada akhir Oktober 2014 tumbuh 10,7 persen (yoy) ke USD 294,5 miliar, sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan September 2014 sebesar 11,2 persen (yoy) ke USD 292,3 miliar.

“Bank Indonesia memandang perkembangan ULN masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian. Ke depan, Bank Indonesia akan tetap memantau perkembangan ULN, khususnya ULN swasta. Hal ini dimaksudkan agar ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” tulis Bank Indonesia dalam siaran persnya.

Utang swasta masih mendominasi komposisi ULN Indonesia. Posisi ULN Oktober 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD 133,2 miliar (45,2 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta USD 161,3 miliar (54,8 persen dari total ULN).

Bank Indonesia mengatakan perkembangan ULN pada Oktober 2014 dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat di saat pertumbuhan ULN sektor swasta terakselerasi.

ULN sektor publik tumbuh 5,9 persen (yoy), lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen (yoy). ULN sektor publik didominasi oleh surat utang (53,5 persen dari total ULN sektor publik) yang mencatat pertumbuhan 22,1 persen (yoy). Sementara itu, ULN sektor swasta tumbuh 15,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 14,1 persen (yoy). ULN sektor swasta terutama dalam bentuk perjanjian pinjaman (64,3 persen dari total ULN sektor swasta) yang tumbuh 9,7 persen (yoy).

Pertumbuhan ULN swasta yang meningkat pada Oktober 2014 terutama didorong oleh meningkatnya pertumbuhan ULN beberapa sektor ekonomi utama.

Posisi ULN pada akhir Oktober 2014 terutama terpusat pada sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, dan listrik, gas & air bersih (pangsa 77,5 persen terhadap total ULN swasta). ULN sektor keuangan dan listrik, gas & air bersih masing-masing tumbuh sebesar 34,3 persen (yoy) dan 5,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 31,5 persen (yoy) dan 3,4 persen (yoy). Sementara itu, ULN sektor industri pengolahan tumbuh 12,2 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan September 2014 sebesar 13,3 persen (yoy). Di sisi lain, ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi 0,7 persen (yoy). (bst)