Wartawan Senior AS Puji Kemampuan Bahasa Inggris Risma

Ada yang menggelitik saat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang karib disapa Risma, saat berada di World Bank di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Saat berjalan menyisir gedung, Risma sempat nyeletuk dengan bahasa Suroboyoan.

Hal itu diceritakan Irawan Nugroho, wartawan senior asal Indonesia yang tinggal di AS dalam akun facebook miliknya, Jumat (10/10/2014). Pria yang pernah bekerja di media ternama di Jatim itu, kini menjabat sebagai Direktur Hay Group Konsultan Manajemen di AS.

“Saat berjalan mencari ruang pertemuan berikutnya, terdengar logat Surabaya yg kental “Wah nek aku ijenan nang kene iso ilang,tulis Irawan Nugroho.

Irawan juga mengartikan apa yang dikatakan Risma saat itu, “Wah kalau sendirian di sini bisa hilang saya. Saya hanya tersenyum geli, teringat jaman SMA di Surabaya, seolah teman SMA saya yg lagi ngomong. Ternyata dia adalah seorang walikota sederhana yg mendapat tempat terhormat dan bergengsi di Washington.

Dalam postingan itu, Irawan mencerikan kemampuan bahasa Inggris Risma. Saat bertemu dengan pejabat tinggi World Bank, Risma sudah sangat mahir berbicara bahasa Inggris.

“Mulai jam 8:30 (waktu setempat) pagi, Ibu Risma sudah mulai sibuk bertemu dgn sejumlah pejabat World Bank di Washington soal program pembangunan kota Surabaya. Dari satu lantai pindah ke lantai lainnya di dalam gedung Bank Dunia yg luas. Saya perhatikan bahasa Inggrisnya sudah bagus dan bisa dimengerti lawan bicara, cerita Irawan Nugroho

Seperti yang diberitakan, Wali Kota Surabaya diundang khusus pejabat tinggi World Bank untuk memberikan pemaparan pembangunan Kota Surabaya.

Di hadapan petinggi bank di seluruh dunia yang hadir itu, Risma banyak membeberkan kiat-kiatnya dalam membangun Kota Surabaya. Di antaranya, dengan persoalan teknis, Seperti konsep tata kota, mulai dari infastruktur hingga pemberdayaan psikologi masyarakat.

Risma juga berbicara banyak tentang konsep pembangunan Angkutan Massal Cepat (AMC) di Surabaya yang selama ini digadang-gadang. Selain itu mengenalkan Surabaya sebagai kota yang baik dan layak huni. (wh)