Warga Terdampak Eks Lokalisasi Dolly Dilatih Kewirausahaan

Warga Terdampak Eks Lokalisasi Dolly Dilatih Kewirausahaan
Asisten IV Sekkota Surabaya Eko Hariyanto memberikan motivasi kepada warga terdampak eks lokalisasi Dolly, Rabu (10/9/2014).

Pasca ditutupnya eks lokalisasi Dolly dan Jarak, Pemkot Surabaya terus berupaya untuk mendorong kemandirian warga terdampak penutupan lokalisasi. Seperti yang terlihat, Rabu (10/9/2014), sekitar 80 warga di kecamatan Sawahan melakukan pelatihan berwirausaha.

Pelatihan yang dilakukan untuk warga di ring I (di kawasan lokalisasi) dan ring II (di sekitar lokalisasi) ini akan digelar selama 15 hari. Mayoritas pesertanya adalah ibu-ibu.

Asisten IV Sekkota Surabaya Eko Hariyanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk intervensi dari Pemkot Surabaya untuk  memberdayakan warga Surabaya. Apalagi, tahun depan, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah akan dimulai di mana pengusaha-pengusaha di negara ASEAN, bisa membuka usaha di Surabaya.

“Ini adalah bentuk komitmen Bu Wali (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, red) untuk menyejahterakan warganya. Bu Wali berharap agar ibu-ibu mandiri dan bisa bersaing dengan warga negara-negara ASEAN sehingga tidak menjadi penonton di kota sendiri,” tegas Eko Hariyanto.

Eko berharap, para peserta pelatihan wirausaha tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Apalagi, pelatihan ini digelar cukup singkat.

“Saya salut dengan ibu-ibu yang memiliki motivasi untuk membantu keluarganya mendapatkan penghasilan. Pesan saya, tolong ikut pelatihan sampai selesai tahapan-tahapannya. Pemkot juga akan terus memberikan pendampingan,” sambung Eko Hariyanto.

Camat Sawahan Muslich Hariadi menambahkan, pelatihan akan digelar dari pagi hingga siang. Muslich meyakini, ibu-ibu yang akan antusias mengikuti pelatihan. Sebab, pelatihan yang diberikan akan sangat menarik.

Di antaranya pelatihan pembuatan kulit pangsit, pembuatan bakso, pembuatan nugget dan juga pembuatan roti.

“Setelah pelatihan ini, ibu-ibu akan terus mendapatkan pendampingan dari Pemkot,” jelas Muslich.

Aktivitas positif ini dirasakan salah satu peserta dari Putat Jaya, Firdaus (42). Ia  yang mengaku sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan ini. Ibu tiga orang anak ini berharap bisa mendapatkan ilmu wirausaha kemudian bisa berusaha sendiri.

“Acara ini bagus untuk membuat kami bisa mandiri. Saya tertarik dengan pelatihan pembuatan nugget dan bakso. Semoga setelah pelatihan ini, saya bisa membuat usaha sendiri,” ujar dia. (wh)