Warga Surabaya Rentan Terserang Penyakit Tropik

Warga Surabaya Rentan Terserang Penyakit Tropik
Foging untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah.

Warga yang tinggal di kota besar harus waspada terhadap penyebaran penyakit tropik (Tropical Medicine). Sebab jenis kuman ini telah bermutasi ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan beberapa kota yang menjadi sentra industri. Kuman ini akan semakin resisten (kebal) terhadap vaksin dan tidak dapat diprediksi.

“Tiga komponen utama dalam penyebaran penyakit tropik adalah manusia, vektor atau pembawa, dan lingkungan. Jika lingkungan tidak sehat, maka kuman mudah berkembang biak,” kata  Dokter spesialis penyakit dalam Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi RSU dr Soetomo, dr Mustofa Rusli SpPD di Surabaya Senin (16/3/2015).

Dikatakan Mustofa, penyakit tropik sangat unik dan di masing-masing daerah gejala dan perkembangannya bisa berbeda-beda. Penyakit kaki gajah misalnya.  Di pulau Jawa, penyakit yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk ini lumayan jarang ditemukan.

Tetapi di kawasan seperti Kalimantan dan Nusa Tenggara penyakit ini cukup banyak kasusnya. Berbeda dengan demam berdarah kasusnya banyak ditemukian di Pulau Jawa.

“Ini memberikan gambaran mengenai manusia yang menjadi penderita suatu penyakit, entah hubungannya dengan kekebalan tubuhnya, vektor pembawa dan lingkungan sangat berpengaruh. Apalagi lingkungan perkotaan dengan jumlah penduduk besar dan kondisi kebersihan lingkungan beragam menjadi salah satu pemicu,” tuturnya lagi.

Kini beberapa penyakit tropik bahkan telah ditemukan kasusnya di beberapa negara di Eropa dan Amerika. Ini diakibatkan perubahan alam dan iklim.

“Berdasarkan laporan dari forum dokter internasional, bahwa beberapa penyakit tropik yang selama ini hanya ditemukan kasusnya di negara tropis kini telah menyebar ke daerah dengan banyak musim. Salah satu contohnya demam berdarah yang ditemukan kasusnya di Eropa dan Amerika,” tutur alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Sementara di Indonesia jumlah kasus penyakit tropik cukup banyak dan berbagai jenis penyakit ini sering diderita masyarakat. Mulai dari demam berdarah, malaria, kaki gajah, dan berbagai penyakit tropik lain.

“Banyaknya kasus yang terjadi menyebabkan dokter-dokter di Indonesia lebih paham dan berpengalaman terhadap jenis penyakit tropik. Karena memang sering menangani. Sedangkan dokter di negara lain mungkin akan kesulitan,” jelasnya. (wh)