Warga Surabaya Memburu Buku Bekas

Warga Surabaya Memburu Buku Bekas
Kampung Ilmu Surabaya dipadati pengunjung.

Usai liburan panjang sekolah, orang tua wali murid kini disibukkan dengan membeli perlengkapan sekolah seperti buku pelajaran. Itu yang nampak di Kampung Ilmu, Jalan Semarang, Surabaya.

Semester baru sekolah, tidak semuanya harus serba baru. Sebab, bagi mereka yang berkantong tipis, buku-buku pelajaran layak pakai tetap jadi pilihan untuk mengurangi jumlah pengeluaran rumah tangga.

Para wali murid membongkar-bongkar tumpukan buku pelajaran bekas dan menanyakan kepada pedagang tentang buku yang akan dibelinya.

Agus Imam, salah satu pedagang buku bekas di Kampung Ilmu, mengatakan kenaikan penjualannya mulai terasa sejak Senin (6/1) lalu. Kenaikan sekitar 300 persen Kalau biasanya hanya laku 30 eksemplar sehari, sekarang bisa mencapai 100 eksemplar sehari.

“Pendapatan mulai naik sewaktu anak-anak kembali bersekolah,” katanya lalu tersenyum, Selasa (7/1/2014).

Diakuinya, buku-buku pelajaran bekas ini memang telah dipersiapkan sebelum pergantian tahun. Dirinya bersama pedagang lainnya telah mendatangi sekolah atau rumah untuk membeli buku-buku bekas tersebut.

“Ada juga yang mengantarkan kesini untuk dijual. Kami tampung dan kita jual kembali,” terusnya.

Saat ditanyakan harganya, Agus mengatakan lebih murah dari toko buku lainnya. Seperti Togamas ataupun Gramedia,sebut dia, buku Matematika terbitan Airlangga di toko-toko tersebut dijual Rp 40 ribu, ditempatnya hanya Rp 15 ribu.

“Itu untuk satu buku pelajaran. Kalau pelajaran sekolahnya banyak, maka akan dapat menghemat pengeluaran keluarga,” tambahnya.

Dina Safitri, salah satu orang tua murid yang dijumpai membeli buku di Kampung Ilmu, mengatakan dirinya terpaksa ikut berjubel memburu buku bekas tapi baru.

“Banyak buku bekasnya yang telah dicorat-coret. Kan kasihan anak saya nanti menghapus coretan itu,” katanya.

Dina harus mendatangi satu-persatu lapak jualan untuk mendapatkan buku yang dimaksud oleh sekolah tempat anaknya belajar.

“Kami mengakali dengan membeli buku bekas karena semua harga pada naik,” ujarnya.(wh)