Wall Street Menguat Tapi Dibayangi Kegelisahan

 

Ekonomi Seluruh Dunia Melorot Kecuali AS

Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup menguat mengawali pekan ini. Hal itu dipicu dari keuntungan di sektor saham utilitas sehingga mengimbangi sektor saham energi yang melemah. Meski demikian, investor cenderung gelisah menjelang rilis laporan keuangan perusahaan kuartal III 2015.

Indeks saham Dow Jones di Wall Street naik 47,37 poin atau 0,28 persen ke level 17.131,86. Diikuti indeks saham S&P 500 menguat tipis 2,57 poin atau 0,13 persen ke level 2.017,46. Indeks saham Nasdaq bertambah 8,17 poin atau 0,17 persen ke level 4.838,64. Indeks saham Dow Jones naik dalam sesi ketujuh didukung oleh keuntungan di saham UnitedHealth. Saham UnitedHealth naik 2,7 persen menjadi USD 122,51. Indeks sektor saham Utilitas pun menjadi kontributor penguatan indeks saham acuan.

Sementara itu, indeks sektor saham energi di Wall Street melemah 1,1 persen. Sektor saham tersebut menjadi hambatan terbesar di indeks saham S&P 500 seiring harga minyak tertekan lima persen. “Pelaku pasar mengambil keuntungan dari harga minyak. Keuntungan di saham utilitas juga menunjukkan kalau pelaku pasar mendapatkan keuntungan di saham defensif,” ujar Jim Paulsen, Kepala Riset Wells Capital Management seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (13/10/2015).

Sejumlah analis lain menilai, kalau pelaku juga tidak melakukan aksi jual setelah kenaikan tajam pada pekan lalu. Hal itu seiring sinyal penguatan di Wall Street. Pelaku pasar juga menunggu rilis laporan keuangan perusahaan kuartal III 2015.

Pada pekan ini, sejumlah rilis laporan perusahaan bank AS dikeluarkan seperti laporan keuangan JP Morgan, Goldmans Sachs, Bank of America, Wells Fargo dan Citigroup.

Pelaku pasar memprediksi kalau sektor saham keuangan dapat tumbuh 7,6 persen dibandingkan tahun lalu.Laporan keuangan lainnya yang juga akan keluar yaitu Johnson and Johnson, Intel, dan General Electric. “Mengingat pekan lalu begitu kuat, kini pelaku pasar fokus terhadap musim laporan kinerja keuangan kuartal III, dan pasar relatif tangguh. Selama tidak ada sentimen negatif, kinerja perusahaan masih baik hingga kuartal IV 2015,” ujar Michael James, Direktur Perdagangan Wedbush Securities. (lp6)