Wall Street Menguat Respon Kenaikan Suku Bunga The Fed

Penguatan Ekonomi AS Topang Indeks Nasdaq
Penguatan Ekonomi AS Topang Indeks Nasdaq

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat pada perdagangan Rabu dini hari WIB (16/9/2015) setelah data penjualan ritel naik pada bulan Agustus. Hal ini menguatkan sinyal kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve pekan ini.

Analis mengatakan kenaikan suku bunga -yang pertama sejak 2006- akan menghapus ketidakpastian yang telah lama menghiasai   Wall Street selama beberapa minggu. “Perdebatan sekitar Fed terus berlanjut, tapi Fed akan menambah kerusakan hingga Desember daripada memulai proses normalisasi,” kata kepala strategi saham Wunderlich Securities, Art Hogan. “Jika mereka tidak menaikkan suku bunga minggu ini, itu sinyal buruk.”

Pada pukul 11:58 waktu setempat, indeks Dow Jones (DJIA) naik 154,9 poin (0,95 persen) di 16.525,86, indeks S&P 500 naik 15,62 poin (0,8 persen) ke 1.968,65 dan Nasdaq Composite naik 35,53 poin (0,74 persen) mencapai 4,841.29.

10 sektor S&P utama naik, dengan SPNY mencapai kenaikan tertinggi yakni 1,15 persen. Harga minyak mentah Brent yang dikonsumsi Eropa naik tipis di atas USD 46 per barel, didukung prospek persediaan AS yang lebih rendah. Saham Chevron (CVX.N) naik 2,3 persen, sementara Exxon (XOM.N) naik sekitar 1 persen.

Kenaikan bursa  Wall Street juga didukung data manufaktur AS yang membaik. Aktivitas pabrik di negara bagian New York mendapat kontrak pada bulan September, atau bulan kedua berturut-turut. Bursa saham terus bergejolak (volatile) sejak  China mendevaluasi mata uangnya pada bulan Agustus. S&P 500 telah bergerak dari setidaknya 1 persen di lebih dari 10 sesi sejak 20 Agustus

Saham Fiat Chrysler Mobil (FCAU.N) naik 2,8 persen mencapai US$ 14,74 setelah serikat buruh United Auto Workers mengatakan akan terus berbicara dengan produsen untuk mencapai kontrak baru. (bst)