Wall Street Goyang, 400 Orang Terkaya Kehilangan Dana

Wall Street Goyang, 400 Orang Terkaya Kehilangan Dana

Sedikitnya 400 orang terkaya dunia kehilangan kekayaannya sebesar USD 70,20 miliar pada pekan ini di tengah aksi jual di pasar saham. Aksi jual tersebut membuat Indeks S&P 500 di Wall Street mengalami penurunan mingguan terbesar dalam dua tahun terkhir.

Dikutip dari Bloomberg, Minggu (12/10/2014), salah satu miliarder yang mengalami penurunan kekayaan adalah hedge fund pendiri Paulson & CO, New York, Amerika Serikat (AS), John Paulson, yang mengalami kerugian USD 1,50 miliar.

Kerugian ini setelah dana yang ditempatkannya di saham-saham blue chip di Wall Street mengalami penurunan nilai akibat aksi jual.  Penurunan di Wall Street tersebut terjadi karena ada beberapa pemicu. Pertama karena terjadi konflik antara Gubernur Bank sentral Eropa, Mario Draghi dengan menteri keuangan Jerman mengenai kebijakan yang akan digulirkan di Eropa.

Beberapa negara Eropa saat ini memang sedang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar. Oleh sebab itu, perlu adanya stimulus untuk mendorong kembali pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, sebelumnya beberapa pejabat Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) juga mengeluarkan pernyataan bahwa kemungkinan besar ekonomi Amerika akan menghadapi risiko besar karena adanya perlambatan ekonomi dunia.

Sebelumnya, Lembaga keuangan Dana Internasional Moneter (IMF) kembali memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global untuk ketiga kalinya pada tahun ini.  IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,3 persen untuk tahun ini dan 3,8 persen untuk tahun depan.

Padahal pada Juli, IMF memprediksi laju pertumbuhan ekonomi global berada di level 3,4 persen tahun ini dan 4 persen tahun depan. Dengan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dilakukan pada kali IMF telah sembilan kali memangkas proyeksi dalam tiga tahun terakhir. (lp6/ram)