Wali Kota Risma Pulangkan 54 Orang PMKS

Wali Kota Risma Pulangkan 54 Orang PMKS

Wali Kota Tri Rismaharini memulangkan PMKS yang tertangkap di Surabaya, Senin (11/7/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memulangkan 54 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang terjaring saat “beroperasi” bulan Ramadan di Kota Pahlawan.

Ke-54 PMKS tersebut terdiri dari emoat pria psikotik (pengidap gangguan jiwa atau gila red), gelandangan dan pengemis (gepeng) 30 pria dan 15 wanita serta lima Pekerja Seks Komersial (PSK).

Dari jumlah lima PSK yang biasa menjajakan diri di kawasan Jagir tersebut, ada 2 yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Mereka dipulangkan dengan 11 mobil yang disediakan Pemkot Surabaya.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, diketahui ada dua PSK yang positif terjangkit virus HIV/AIDS. Dan kami laporkan kepada bupatu masing-masing serta camat dan dinas kesehatan daerah asal,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota  sebelum pemulangan para PMKS, Senin (11/7/2016) pagi.

Peraih Ideal Mother Award 2016 ini juga mengancam akan memasukkan para PMKS ke ranah hukum bila diketahui kembali lagi beroperasi di Kota Pahlawan.

Menurut Wali Kota Risma, Pemkot Surabaya melalui dinas sosial dan Satpol PP telah mendata para PMKS tersebut. Bila tertangkap lagi, ia menyatakan tidak segan-segan akan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum.

“Mereka bila terbukti kembali melanggar Perda maka akan proses. Tidak ada lagi ampun dan ndak akan saya pulangkan, tapi saya tahan. Sekali lagi tertangkap, kami pasti tahu dan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Wali Kota Risma.

Wali Kota Risma juga mencontohkan bila tua bukan halangan untuk bekerja mencari penghasilan yang halal. Mantan kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan tersebut kemudian memanggil Munif (71) yang bekerja menjadi petugas di Balai Kota Surabaya.

“Lihat Pak Munif ini, walau sudah tua tapi tetap bekerja sebagai pembersih disini. Jam kerjanya sungguh luar biasa dan tidak mau bermalas-malasan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Sosial Supomo mengatakan, sebelum dipulangkan pihaknya telah mengajarkan pelatihan dasar selama lima hari. Selain itu pihaknya akan mengirim surat kepada pejabat tempat asal PMKS tersebut agar perhatikan masyarakatnya.

“Tanggung jawab kepala daerah mereka masing-masing agar merawat para PMKS ini,” tutur Supomo. (wh)