Wali Kota Risma : 90 Persen Pejabat Pemkot Surabaya Berusia Muda

Wali Kota Risma : 90 Persen Pejabat Pemkot Surabaya Berusia Muda

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berkunjung ke Kampung Ketandan, Kamis (14/7/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pembangunan Kota Pahlawan tidak bisa dipisahkan dari tangan-tangan pemuda. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mendatangi kampung budaya Ketandan, Kamis (14/7/2016). “Kota Surabaya itu cepat sekali pembangunannya. Dan 90 persen pejabat disini yang saya ajak untuk berkembang merupakan usia muda yang jauh di bawah saya ini,” kata Wali Kota Risma.

Oleh karena itu, kata Wali Kota Risma, setiap anak muda Kota Surabaya harus terus menyisingkan lengan dan tidak hanya berpangku tangan saja untuk turut membangun kota ini. Jadilah bagian dari mereka yang menorehlan sejarah di Kota Pahlawan.

Wali Kota Risma sendiri menilai pemuda Ketandan yang tergabung di dalam Karang Taruna sudah bagus yang terbukti mampu membuat kampungnya kembali hidup menjadi kampung budaya lawas.

“Pesan saya terhadap orang tua, rawatlah anak muda. Misalnya orang tua harus bikin sarapan di pagi hari dan jangan hanya bisa mengasih uang. Kalau diberi uang nanti habisnya buat warnet dan sisha atau hal yang gak bermanfaat lainnya,” lanjut wali kota perempuan pertama di Surabaya itu .

Ketua Karang Taruna Ketandan Abdul Gofar mengatakan, anak muda di kawasan sini bahu membahu membuat mural atau lukisan dinding di sepanjang masuk kampung.

“Kami adakan mural sebagai awal untuk memancing warga. Karang taruna banyak berperan dan orang tua sangat membantu kami,” kata Abdul Gofar.

Chrisantya yang mempunyai usaha membuat fitnes outdoor, mengatakan dirinya membuat permainan yang cocok ditempatkan di taman-taman. Menurut dia, Surabaya yang dipenuhi taman sangat cocok untuk diberikan fitnes outdoor.

“Saya melihat seperti negara Singapura tamannya buat olahraga dan kesehatan. Serta ramah lingkungan dan penuh warna warni cocok bagi orang tua maupun anak-anak,” tutur dia. (wh)