Valentine’s Day, Omzet Penjualan Bunga Pasar Kayon Turun Drastis

Valentine Day, Omzet Penjuala Bunga Pasar Kayon Turun Drastis

Penjual bunga di Kayoon Surabaya mengeluhkan omzet yang terus menerus di momen Valentine Day.foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Penjual bunga mawar di Pasar Kayoon Surabaya mengeluhkan merosotnya omzet penjualan setiap tahunnya di momen Valentine’s Day.

“Sekitar tahun 2010, penjualan bunga mawar di bulan Februari ini terus merosot. Saat ada imbauan untuk menolak tradisi Hari Kasih Sayang itu (Valentine’s day), bunga mawar yang dijual jarang dibeli,” tutur Nugroho, satu seorang pedagang aksesoris Valentine Day ditemui enciety.co di Pasar Kayoon, Senin (13/2/2017).

Ia lalu menjelaskan, biasanya pada Februari permintaan bunga mawar mencapai lima ribu tangkai. Bahkan mendekati Hari Valentine’s, tangkai bunga mawar yang didatangkan dari Malang dan Pasuruan tersebut, terus bertambah hingga puluhan ribu tangkai.

“Kalau dulu sih lima ribu tangkai bunga mawar habis di awal bulan Februari hingga kami minta tambah stok hingga puluhan ribu batang. Namun sekarang, jual seribu tangkai saja sudah bagus,” ujarnya.

Firman, penjual bunga Kayoon lainnya, membenarkan merosotnya penjualan bunga mawar di tempatnya. Namun dirinya sedikit beruntung karena untuk penjualan bunga dari plastik dan boneka di Valentine’s Day tidak merosot tajam.

“Kalau bunga mawar sekarang gak laku, tapi untuk boneka dan bunga plastik masih ada pembelinya,” ujar Firman.

Ia mengaku ada dua kemungkinan terkait penurunan omzet penjualan bunga mawar. Bisa karena ada larangan merayakan Valentine’s Day dan atau masyarakat mulai bosan.

“Ya, akhirnya penjualan bunga khususnya mawar ikutan menurun,” pungkas dia. (wh)