UTBK Gelombang I Unair Diikuti 16.180 Peserta

UTBK Gelombang I Unair Diikuti 16.180 Peserta

Pelaksanaan UTBK gelombang satu di Unair. foto: ist

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) gelombang satu di Unair Surabaya diikuti 16.180 peserta.

Direktur Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) Unair Prof Dr I Made Narsa SE MSi Ak CA menyebutkan, jumlah tersebut merupakan perolehan total pada ujian gelombang pertama.

Dengan jumlah peserta yang banyak, Unair telah mempersiapkan sebanyak 1.235 komputer utama dan 185 komputer cadangan. Komputer-komputer tersebut tersebar di 47 ruangan di 19 lokasi.

“Dengan total empat belas sesi pada gelombang pertama, UTBK dilaksanakan di ketiga kampus Unair Surabaya yakni Kampus Dharmahusada (A), Kampus Dharmawangsa (B), dan Kampus Merr (C),” sebut Prof Made yang sekaligus sebagai Koordinator Pelaksana UTBK Unair, Jumat (27/5/2022).

Prof Made menambahkan, dua tahun ini Unair tidak lagi melibatkan kampus mitra dalam pelaksanaan UTBK. “Sejak tahun 2020, UNAIR sudah mandiri dalam pengadaan UTBK. Jumlah komputer yang kompatibel sudah cukup, bahkan melebihi target yang ditentukan oleh pusat,” jelasnya.

Selain melakukan penambahan jumlah komputer, Unair juga telah memasang closed circuit television (CCTV) serta monitor pemantauan.

“Untuk mencegah kecurangan, CCTV dan metal detector sudah dipasang pada semua ruang ujian. Monitor 90 inch juga telah ditempatkan pada ruang panitia dan ruang rektor sehingga, dapat secara langsung memantau semua peserta di dalam ruangan,” ucapnya.

Prof Made juga menyebutkan adanya sistem monitoring yang hanya dimiliki oleh Unair selaku pelaksana UTBK.

“Unair memiliki sistem monitoring yang tidak dimiliki pusat UTBK lain, yakni fasilitas dashboard rekapitulasi peserta pada sistem. Sehingga kita dapat melihat secara real-time lokasi serta jumlah peserta yang hadir dan tidak hadir pada tiap-tiap kelompok ujian,” jelasnya.

Kesiapan Unair sebagai pelaksana UTBK juga ditunjukkan melalui kelengkapan sarana prasarana dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Setelah kami melakukan sterilisasi ruangan, peserta diminta untuk mencuci tangan dan melalui tahap pengecekan suhu tubuh. Setelahnya, kami memberikan sarung tangan untuk menggunakan komputer ujian. Kami juga memfasilitasi wastafel, hand sanitizer, serta masker cadangan bagi peserta,” ungkapnya.

Dengan melakukan persiapan sedemikian rupa, Prof Made berharap pelaksanaan UTBK gelombang kedua yang akan dilaksanakan pada 28 Mei 2022 mendatang juga akan sama suksesnya dengan gelombang pertama. (wh)