Usung Produk Baru, Panasonic Ekspansi ke Surabaya

Usung Produk Baru, Panasonic Ekspansi ke Surabaya

Tingginya potensi pasar sistem jaringan private branch exchange (PBX) membuat Panasonic melakukan ekspansi pasar ke Surabaya. Mengusung produk terbarunya, Smart PBX KX-NS300 di Surabaya, Panasonic tahun ini mampu mendorong penjualan hingga 5.000 sistem secara nasional.

Marketing Manager ITComm Andri Hidyat, selaku distributor tunggal Panasonic, optimistis target bisa direalisasi. Ini didasari pertumbuhan produk PBX seri sebelumnya yang mencapai 22 persen pada kuartal pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Produk baru kami memiliki keunggulan, sekaligus penyempurnaan dari produk sebelumnya,” kata Andri Hidayat dijumpai di Hotel Mercure, Kamis (24/4/2014). Ada dua keunggulan dari produk anyar yang baru di-launching pada 22 April lalu di Jakarta.

Pertama, extendibility atau fleksibilitas. KX-NS300 memiliki fitur dengan basic 6 Analog CO Trunk dan 18 Extension Telephone (2 Digital Extension Telephone dan 16 Single Line Extension Telephone). Dapat pula dikembangkan kapasitasnya hingga 192 Extension dengan Expansion Unit.

Kedua, alat ini tidak harus mengganti  seluruh peralatan bila sudah menggunakan PBX produk Panasonic. Cukup mengganti otaknya, sedangkan handset-nya atau teleponnya tidak usah diganti,” lanjutnya.

Andri mengungkapkan, fitur lain yang dimiliki PBX KX-NS300 sudah terintegrasi analog, digital, dan IP (internet protokol). Fungis IP ini bisa meneruskan ke smartphone, e-mail, voice mail, instant messaging.

Produk ini juga built in dengan solusi call center, solusi mobile dan sistem voice mail. Andri menyebut harga yang dibanderol Rp 7 juta perunit ini cukup efisien dibanding pendahulunya. KX-NS300 ini penyempurnaan dari produk sebelumnya, KX-TDA 1000 D.

“Pasar yang kami garap masih small business home office (SOHO). Dimana pasar corporate masih mendominasi dengan 60 persen, dan residensial adalah sisanya,” ungkapnya.

Panasonic disebut-sebut menguasai pasar dunia dengan 50 persen penjualan produk telekomunikasi. Sementara market share di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 42 persen. (wh)