Usia Internet Diprediksi Kurang 8 Tahun Lagi 

APJII: Pengguna Internet di Indonesia Capai 88,1 Juta Orang
APJII: Pengguna Internet di Indonesia Capai 88,1 Juta Orang

 

Internet disebut tengah menuju kapasitas maksimumnya karena kesulitan mengimbangi permintaan akan layanan data yang lebih cepat.  Ilmuwan, fisikawan, dan perusahaan telekomunikasi akan bertemu di London Royal Society akhir bulan ini untuk membahas langkah menghindari krisis kapasitas.

Meledaknya layanan data seperti internet tv, streaming dan komputer yang semakin canggih membuat infrastruktur komunikasi semakin dibutuhkan. Para ahli memperingatkan kabel dan serat fiber yang mengirimkan informasi ke komputer,smartphone , dan tablet diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam waktu delapan tahun lagi.

Sejauh ini, para ilmuwan dan insinyur berhasil mengatasi permintaan yang cepat. Kapasitas kecepatan naik 50 kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Pada tahun 2005, kecepatan internet mentok di 2 Mbps namun sekarang mencapai 100 Mbps. Profesor Andrew Ellis dari Aston University, panitia pertemuan London Royal Society, mengatakan bahwa dalam delapan tahun ke depan, kapasitas serat optik yang ada saat ini tidak akan mampu menangani arus data. “Teknologi yang dilepas ke pasar saat ini tertinggal delapan tahun dari pusat penelitian. (Jika tidak ada penelitian baru) maka kita tidak bisa mengirim data lagi,” kata Ellis.

Ellis mengatakan perusahaan telekomunikasi bisa saja menambah kabel namun hal tersebut berarti perusahaan harus menggandakan kapasitas dan biayanya akan dibebankan ke pengguna. Selain itu, kapasitas internet yang lebih besar membutuhkan energi yang lebih boros. (bst)