USAID Ingin Tingkatkan Kualitas Guru Jatim

USAID Ingin Tingkatkan Kualitas Guru Jatim
foto: kanalsatu.com

Kualitas guru merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Demikian hal itu ditegaskan Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Timur Silvana Erlina.

“Karena itu, kami merencanakan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk guru sebagai diseminasi program kami bagi mitra USAID PRIORITAS,” katanya dalam siaran persnya, Jumat (3/7/2015).

Untuk mendukung PKB itu, pihaknya mengadakan lokakarya PKB bagi mitra USAID PRIORITAS (DBE) di Malang pada 1-2 Juli untuk 10 kabupaten/kota, lalu pada 6-7 Juli untuk sembilan kabupaten/kota.

Untuk 10 kabupaten/kota diikuti 73 peserta dari Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Lamongan, Pasuruan, Sidoarjo, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Bojonegoro. Selain itu, ada juga mitra LPTK, yakni UINSA, Unesa dan UM.

Sementara itu, untuk lokakarya yang melibatkan sembilan kabupaten/kota itu diikuti peserta dari Tuban, Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Blitar, Jombang, Kota Batu dan  Kota Mojokerto.

Menurut Silvana Erlina, seorang guru berkualitas harus memiliki beberapa kriteria, yakni kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

Kompetensi profesional itu meliputi  ‘subject knowledge’  (pemahaman mata pelajaran),  kompetensi paedagogik (pembelajaran), dan cara belajar-mengajar aktif (PAKEM/CTL).

Sementara itu, kompetensi kepribadian itu meliputi komitmen tinggi dalam tugas dan keberhasilan anak didik, lalu kompetensi sosial itu meliputi cara komunikasi yang baik kepada anak didik.

“Tentu, cara itu diawali dari proses rekrutmen, pendidikan, sertifikasi, pengembangan profesi, pendampingan dan jalur karir,” katanya.

Namun, kendala saat ini adalah umumnya program pelatihan guru banyak yang belum direncanakan sesuai kebutuhan berdasarkan informasi/analisis, belum dilakukan secara efisien, belum terkoordinasi antara semua pihak, belum dikelola sesuai “good practices” dalam training, dan belum menggunakan prinsip PAKEM/CTL.

“Program USAID PRIORITAS mendukung program Kemendikbud dan Kemenag melalui pendekatan berbasis gugus (KKG/Kelompok Kerja Guru) dan rayon (MGMP) serta berbasis sekolah (whole school development),” ujarnya. (ant/wh)