Usai Lebaran, Risma Pimpin Pemasangan Plakat di eks Lokalisasi Dolly

 

Usai Lebaran, Risma Pimpin Pemasangan Plakat di eks Lokalisasi Dolly
Penghadangan pemasangan plakat yang dilakukan massa di eks lokalisasi Dolly.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya angkat bicara terkait penghadangan yang dilakukan Front Pekerja Lokalisasi (FPL), saat memasang plakat kawasan bebas prostitusi di eks lokalisasi Dolly, Jumat (25/7/2014).

Ditemui seusai memimpin Apel Pengamanan Lebaran di Balai Kota Surabaya, Risma mengaku tidak khawatir dengan aksi tersebut. “Ndak apa-apa. Tadi (Jumat siang) itu adalah kelemahan kami dalam menjalankan strategi,” katanya.

Namun, ia menyatakan kalau pemkot akan mencanangkan strategi yang relevan sesuai kondisi lapangan. “Nanti pasti ada strategi yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, selepas Lebaran nanti pemkot akan gencar melakukan sidak dan razia jika masih ditemukannya praktik prostitusi. Termasuk memasang plakat kawasan bebas prostitusi di sejumlah titik di kawasan Putat Jaya. “Nanti aku sing mimpin dewe (Nanti saya yang memimpin sendiri),” tegasnya.

Ditanya, strategi untuk mengukur kekuatan kelompok yang kontra penutupan lokalisasi Dolly, Risma menjawabnya dengan canda, “Kok mau tahu saja.”

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Surabaya Supomo kepada enciety.co menjelaskan pihaknya telah mengalokasikan dana Rp 57,5 juta untuk 115 eks Pekerja Seks Komersial (PSK). Hingga hari terakhir, Supomo mengaku baru 79 PSK yang mengambil uang kompensasi Rp 5 juta per eks PSK itu.

“Hari (Jumat) ini terakhir pengambilan uang kompensasi. Kemarin ada 71 eks PSK yang mengambil. Sementara hari ini, hanya 8 PSK saja yang mengambil kompensasi,” bebernya.

Supomo juga tidak mau tahu jika sebagian eks PSK yang tersisa, enggan mengambil uang kompensasi. “Kami kan sudah berupaya, kalau tidak mau ya sudah,” tegasnya.

Di sisi lain, Koordinator FPL Sony mengaku ada banyak warga terdampak eks lokalisasi Dolly dan Jarak yang belum mendapatkan kompensasi. Namun dia enggan merinci jumlahnya.

“Kami akan mengembalikan sebagian uang kompensasi yang sudah diberikan ke-79 PSK. Kami menunggu momen yang pas untuk melakukan itu,” tandasnya. (wh)