Diversifikasi Usaha, Pegadaian Bangun Hotel di Ampel

Diversifikasi Usaha, Pegadaian Bangun Hotel di Ampel
Agus Priyabodomemotomng tumpeng saat ground breaking Hotel Pesona.

 

PT Pegadaian melakukan diversifikasi usaha dengan membangun hotel yang direncanakan realisasi tahun ini di beberapa wilayah Indonesia. Perusahaan plat merah itu menyebut lima daerah yang dijadikan target pembangunan tahap awal.  Yakni Makassar, Jogjakarta, Solo, Pekanbaru, dan beberapa kota di Jawa Timur.

Salah satunya Surabaya yang memilih lokasi di sekitar wisata religi, Masjid Ampel. Pengembangan sayap bisnis ini sebagai upaya optimalisasi aset Pegadaian saat ini.

Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Agus Priyabodo menyebut wilayah Jatim telah dipilih sejumlah kota yang cocok. Menurutnya Surabaya dan Sidoarjo memiliki beberapa kesamaan.

Untuk Surabaya sendiri banyak wisawatan yang memilih berkunjung ke Masjid Ampel untuk berziarah. “Banyak wisatawan yang Masjid Ampel tidak mendapat hotel. Kita menangkap potensi tersebut untuk mengembangkan sayap bisnis. Kebetulan Surabaya Utara minim hotel,” terang Agus disela-sela ground breaking (pemancangan pertama) Hotel Pesona, Jumat (14/2/2014).

Dia menegaskan, ekspansi ini akan mengalami kemajuan. Dimana Pegadaian tidak melakukan pembelian tanah, melainkan memanfaatkan aset.

Bahkan, alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan. Dengan dana tersebut diperkirakan Pegadaian mampu membangun hotel sembilan lantai. “Investasi hotel merupakan bisnis jangka panjang. Dalam kurun waktu 5-7 tahun keuntungan diperkirakan mencapai Rp100 miliar pada tahun ketujuh,” lanjutnya.

Diversifikasi usaha ini diakui tidak lari dari core business perusahaan. “Kita tidak lari dari  bisnis yang sudah berjalan. Kita hanya mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan aset yang belum terpakai,” lanjutnya.

Terpisah, Manager Bisnis PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya Hakim Setiawan menyatakan, pembangunan hotel ini telah mendapat respon positif dari masyarakat. “Kami melihat, dampak dari pembangunan hotel di Surabaya Utara sangat positif,” katanya.

Proses pembangunan hotel ini ditargetkan selesai dalam tempo 10 bulan. Dalam pembangunan hotel, pegadaian melakukan kerjasama dengan Hotel Indonesia (HI). Hotel ini memiliki 200 kamar dengan jaminan pelayanan yang prima. (wh)