Usaha Membesar karena Jangkauan Digital Lebih Luas

Usaha Membesar karena Jangkauan Digital Lebih Luas

Sufiyanto Arief, Diiah Arfiati, dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Diah Arfianti, owner Diah Cookies, mengatakan jika dunia digital jadi satu tempat yang berpromosi dan bertransaksi membesarkan usahanya.

“Dulu, awal mulai jualan di media sosial, sempat banyak yang mencibir. Membangun kepercayaan pelanggan di dunia digital itu ya sulit. Untuk bisa meyakinkan mereka, ada berbagai cara yang saya lakukan. Contohnya posting screen shoot testimoni dari pelanggan hingga membuat konten pembuatan produk,” ujar dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (5/4/3019).

Diah yang sekarang mampu meraup omzet jutaan rupiah tiap hari itu, mengaku jika dunia digital merupakan tempat yang luas untuk berjualan. Awal mulai jualan online tahun 2006 lewat Blackberry Masanger. Lalu , tahun 2011, ia aktif jualan di Facebook. Sekitar 2016, Diah mulai menawarkan produknya di Instagram.

“Di tiap media sosial punya pasar sendiri. Contohnya di Facebook, rata-rata pelanggan saya orang dewasa. Di Instagram, yang beli kebanyakan anak muda. Jadi sekarang pesanan datang tidak hanya dari para langganan dan orang-orang di Facebook,tapi juga datang dari Instagram,” tegas dia yang punya dua admin untuk mendukung usahanya.

Hal serupa dilakukan Sufiyanto Arief, owner Segosoge. Arief yang memulai usaha sejak tiga tahun lalu, awalnya berjualan di sekolah dan kampus di Surabaya. Dia juga berjualan melalui event-event.

Mengikuti kemajuan zaman, Arief juga berjualan via online. Dia yang kini punya satu admin, rutin posting konten dan menawarkan produk Segosoge buatannya,

“Alhamdulillah banyak orang tertarik dan beli. Pernah beberapa waktu lalu, saya ditelepon seseorang dari Kalimantan mau beli Segosoge. Pesannya itu buat dikonsumsi paginya. Akhirnya ya saya bilang kalau belum bisa kirim ke sana,” ujarnya, lantas tersenyum.

Arief juga telah bekerjasama dengan aplikasi Grab-Food dan Go-Food. Setiap hari selalu ada yang membeli melalui layanan pesan antar berbasis digital tersebut.  

Arief juga rutin membuat konten. Dia rajin nge-vlog mengulas berbagai hal yang berhubungan dengan kuliner di Surabaya. “Dengan cara itu, saya bisa menarik perhatian pelanggan. Mereka jadi tahu jaualan saya jual,” paparnya.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya menegaslan, yang jadi pekerjaan rumah pelaku usaha sekarang adalah manajemen data pelanggan yang telah mereka dapatkan di dunia digital. “Contohnya Bu Diah yang saat ini mengingatkan dan menawarkan produknya saat mendekati bulan Ramadan dan Lebaran. Nah, lewat langkah ini bisa menumbuhkan customer loyalty dan customer expectation yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha,” tandas Kresnayana. (wh)