Usaha Kuliner Surabaya Teratas, Handicraft Kedua

Usaha Kuliner Surabaya Teratas, Handicraft Kedua

Wiwiek Widayati menghadiri Road Show Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Kecamatan Karangpilang. foto: arya wiraraja/enciety.co

Ada 10 ribu lebih pelaku usaha kecil mikro (UKM) tumbuh di Surabaya. Menurut penilaian dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BeKraft) pada 2018 lalu, di Surabaya usaha kuliner menempati peringkat pertama. Disusul tempat kedua usaha handicraft.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati dalam acara Road Show Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kecamatan Karangpilang, Minggu (13/10/2019).

Sedikitnya, ada 10 setra UKM milik pemerintah yang omzetnya besar. Sampai saat ini yang terbesar adalah Sentra UKM Siola Tunjungan dengan omzet Rp 1,9 miliar mulai Januari-Oktober 2019 ini.

“Sebagai perbandingan, tahun lalu, omzet Sentra UKM Siola tembus Rp 2,3 miliar. Artinya, perputaran uang di industri kreatif ini sangat besar. Industri ini punya potensi bagi masyarakat Surabaya,” ujar Wiwiek.

Wiwiek lalu mengajak masyarakat supaya dapat mandiri secara ekonomi dan menjadi pelaku usaha. Selain dapat meningkatkan perekonomian keluarga, pelaku usaha juga berkesempatan membantu masyarakat di sekitarnya.

“Menjadi pelaku usaha kita juga dapat membuka lapangan pekerjaan. Terutama bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Inilah yang diharapkan oleh Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, red),” tandas Wiwiek.

Usai memberikan sambutan Wiwiek meninjau 50 stan para pelaku usaha yang ikut dalam acara gelar produk di lokasi acara. Wiwiek juga sempat mencicipi dan memborong beberapa produk unggulan yang dipamerkan. (wh)