Usaha Informasi dan Komunikasi Tumbuh 9,77 Persen

Usaha Informasi dan Komunikasi Tumbuh 9,77 Persen

Kresnyanan Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Perekonomian Jawa Timur Triwulan I di 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 585,55 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 408,69 triliun.

“Ekonomi Jawa Timur Triwulan I di 2020 bila dibandingkan Triwulan I di 2019 tumbuh sebesar 3,04 persen. Hal ini bisa dibilang melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,55 persen,” kata Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (28/8/2020).

Dari sisi produksi, sebut dia, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 9,77 persen. Diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,12 persen dan jasa pendidikan 6,07 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi komponen ekspor luar negeri sebesar 5,15 persen, diikuti pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 5,11 persen, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,47 persen.

“Jika dibandingkan kuartal ini dengan tahun sebelumnya,  perekonomian Jawa Timur Triwulan I di 2020 terkontraksi 2,20 persen,” cetus pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 6,28 persen. Diikuti jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 2,74 persen, serta informasi dan komunikasi 1,28 persen.
Kresnayanan menjelaskan jika diprediksi pertumbuhan ekonomi mendekati nol persen pada triwulan III 2020 setelah triwulan II terkontraksi 5,32 persen membutuhkan upaya sangat keras untuk meningkat.

Kata Kresnayana, untuk itu, kunci utama untuk mendongkrak perekonomian ialah konsumsi dan investasi. Jika keduanya masih berada di zona negatif, upaya penuh dari belanja pemerintah akan sulit membantu.

Konsumsi pada tahun ini, terutama kuartal III dan IV berada pada zona netral, bahkan positif. Presiden juga telah meminta beberapa menteri untuk fokus melihat tanda indikator investasi.

Kata dia, ada tiga strategi percepatan pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan perekonomian. Pertama, melakukan akselerasi eksekusi program pemulihan ekonomi nasional. Kedua, memperkuat konsumsi pemerintah. Ketiga, memperkuat konsumsi masyarakat mengoptimalkan. (wh)