Urus PIRT agar Konsumen Yakin dengan Produk Kita

Urus PIRT agar Konsumen Yakin dengan Produk Kita

Kepala Seksi Kefarmasian Makanan & Minuman Dinkes Kota Surabaya Umul Jariyah,menjelaskan soal PIRT dalam acara acara A to Z Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (31/3/2018).foto:arya wiraraja/enciety.co

Sedikitnya, 16 jenis kode pangan terkandung dalam produk makanan yang wajib memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Hal itu disampaikan Umul Jariyah, Kepala Seksi Kefarmasian Makanan & Minuman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dalam acara A to Z Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (31/3/2018).

“Yang terkandung dalam makanan tersebut unsur yang dapat mempengaruhi jangka waktu konsumsi dari satu produk makanan. Ini wajib dicermati, mengingat produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat makin beragam,” katanya.

Kata Umul, zat-zat atau unsur yang terkandung dalam makanan tersebut. di antaranya daging kering, ikan kering, unggas kering, olahan sayur kering, olahan kelapa, olahan tepung, minyak lemak, olahan gula, hasil olahan buah, hasil olahan biji-bijian, hasil olahan es, olahan kopi, olahan bumbu contohnya produk sambal dan lain sebagainya.

Dengan memiliki izin PIRT, pelaku usaha telah menjamin kualitas produk yang ditawarkan. Selain itu, pelaku usaha juga telah membantu pemerintah untuk menjamin kesehatan bagi masyarakatseiring dengan perkembangan teknologi dan informasi,

Menurut Umul, pola hidup masyarakat kini telah berubah. Mereka lebih sadar unytuk memilih makanan dan minuman untyk dikonsumsi. Tak terkecuali produk-produk yang dijual via dunia digital.

“Jika kita tidak mengurus izin PIRT, calon bakal kurang yakin dengan kualitas produk yang kita tawarkan,” kata dia.

Menurut Umul, terkait pengajuan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP–IRT), ada beberapa persayaratan yang wajib dipenuhi. Salah satunya memproduksi produk makanan di rumah tempat tinggal.

“Kalau sudah mengajukan mengajukan SPP-IRT, kami bakal menurunkan tim yang bertugas untuk meninjau langsung tempat produksi. Kami tak peduli apakah rumahnya besar atau kecil, asal syaratnya harus bersih mulai proses produksi, lingkungan produksi, hingga peralatan yang digunakan harus terjamin kebersihan dan kesehatannya,” tegas dia.

Umul juga mengimbau kepada para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi, jika ia dan pihaknya terus membuka pendaftaran untuk pengajuan terkait pengurusan PIRT.

“Saat ini kami telah memakai sistem online. Jika masih ada yang kurang jelas, monggo datang langsung ke Dinas Kesehatan untuk mengurus PIRT yang dapat digunakan untuk memajukan produk usaha panjenengan sekalian,” tutur dia. (wh)