Urgensi Sekolah 8 Jam

Urgensi Sekolah 8 Jam

Kresnayana Yahya. foto:arya wiraraja/enciety.co

Sekolah 8 jam belajar sehari yang digagas Pemerintah sebenarnya gagasan sangat bagus dan efektif bagi tumbuh kembang anak. Kebijakan yang rencananya diterapkan mulai tahun ajaran 2017/2018 itu sejatinya memiliki banyak dampak positif

Sekolah 8 jam belajar sehari dihitung sebagai proses belajar siswa itu sudah termasuk berbagai aktivitas tambahan setelah kegiatan sekolahan. Yakni, 5 jam belajar terjadwal yang terencana melalui struktur belajar terpadu melalui kegiatan di dalam kelas. Sisanya 3 jam belajar didesain untuk dapat mengajak anak supaya dapat berinteraksi dengan lingkungannya.

Jika dirancang khusus dan bisa menjaga implementasi kebijakan tersebut, anak-anak atau para siswa dapat lebih maksimal menerima pelajaran. Pola pembelajaran semacam ini sebenarnya dapat mendongkrak serapan materi ajar kepada siswa.

Selain dituntut lebih memahami materi yang diajarkan dalam kelas, mereka juga dituntut untuk ikut pelajaran di luar ruang kelas. Di antaranya ikut materi ekstakulikuler dan lain sebagainya.

Pola kurikulum yang diterapkan di sekolah saat ini hanya menitikberatkan pola pembelajaran teori dalam ruang kelas. Padahal, pola belajar yang efektif harus disertai praktik langsung di luar ruang kelas.

Dengan pola belajar praktik langsung di luar ruang kelas, skill atau kemampuan para siswa dapat terasah dan lebih terarah. Adapun kekampuan yang dapat diasah oleh para siswa terkait entrepreneur, keterampilan dan jiwa sosial yang mereka miliki jelas dapat lebih kreatif dan terasah dengan pola belajar tersebut.

Apakah sekolah 8 jam tersebut nantinya dapat mengurangi waktu anak untuk berinteraksi dengan keluarga? Tidak. Dengan desain kurikulum yang tepat, pola belajar 8 jam tidak akan mengurangi waktu anak untuk bermain dan berinteraksi dengan keluarga.

Lewat pola belajar yang tepat, sekolah 8 jam nantinya dapat membantu para siswa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Karena, kurikulum ini diberlakukan sejatinya untuk dapat mengajak para siswa lebih dapat memanfaatkan waktu luang dan bermain mereka menjadi lebih bermanfaat.

Demgan pemberlakuan sekolah 8 jam justru mengajak anak-anak lebih kreatif dalam proses belajar. Di sini kreativitas guru ajar sangat diperlukan. Jadi, jangan sampai anak-anak atau para siswa merasa bosan dalam menerima pembelajaran.

Ada satu hal lagi yang harus diperhatikan sekolah 8 jam juga harus menyediakan kelengkapan fasilitas atau infrastruktur sekolah yang memadai. Fasilitas yang disediakan oleh sekolah tidak harus mewah. Karena sebenarnya yang sangat dibutuhkan oleh para siswa adalah kelengkapan infrastruktur di sekolah. (wh)