Urai Kepadatan Kendaraan, Harga Tanah Bakal Naik 10 Kali Lipat

Urai Kepadatan Kendaraan, Harga Tanah Bakal Naik 10 Kali Lipat

Banyak efek positif yang didapatkan dengan pembangunan Jembatan Kenjeran. Yang utama tentu untuk akses Jalur Luar Lingkar Timur (JLLT) Surabaya yang jaraknya kurang lebih sepanjang satu kilometer dari jembatan tersebut. Langkah ini dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mengurai kepadatan kendaraan agar tidak menumpuk di kawasan perkotaan. Berikut laporan jurnalis enciety.co, Arya Wiraraja.

Jembatan Kenjeran nantinya akan mengubungkan wilayah Kenjeran-Bulak-Mulyorejo-Sukolilo-Rungkut hingga Gunung Anyar. Pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan efek positif bagi kemajuan ekonomi dan pariwisata di kawasan Kenjeran. Ketika Jembatan Kenjeran telah beroperasi, banyak yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Yang paling mencolok, harga tanah bakal naik berlipat-lipat.

Doddi Madya Judanto, senior consultant Enciety Business Consult, memperkirakan kenaikan harga tanah dan bangunan di kawasan tersebut dapat mencapai sepuluh kali lipat. “Itu jelas tak terhindarkan,” cetusnya.

Dia mencontohkan, pada tahun 2008, ketika Jalan Middle East Ring Road (MERR) Surabaya  belum dibangun, harga tanah di daerah tersebut sebesar Rp 2 juta per meter. “Namun pada tahun 2015, harga tanah di kawasan yang dilalui oleh MERR kini mencapai Rp 25 juta per meter,” urai dia.

Kata dia, dicermati ketika harga aset di kawasan tersebut naik, kita harus cermat dalam memilih usaha. Dengan investasi aset dengan harga setinggi langit, ada beberapa bidang usaha yang cocok. Di antaranya, bisnis properti seperti perhotelan, apartemen, perumahan, dan lain sebagainya.

Menurut Doddi, dengan terwujudnya Jembatan Kenjeran, masyarakat harus mampu membaca bisnis yang pas. “Masyarakat di kawasan tersebut bisa mengembangkan bisnis kuliner, seperti rumah makan atau restoran,” tutur Master of Science in Applied Finance Nanyang Technological University Singapore tersebut.

Doddi juga memprediksikan di kawasan Pantai Kenjeran bakal menjadi destinasi wisata alam pantai yang hampir sama dengan kawasan wisata yang dimiliki Pulau Bali, yaitu Pantai Kuta.

Pantai Kuta memiliki kecocokan dengan Pantai Kenjeran. Pemandangan Pantai dengan pasir putih yang membentang bak berlian yang berkilau ketika terik matahari memantulkan sinarnya ke dalam gulungan gelombang di siang hari. Selain itu, posisi kedua pantai sama-sama di pinggir jalan. Hanya saja, Pantai Kenjeran masih dibentengi tembok, sementara Pantai Kuta terbuka.

“Pembangunan Jembatan Kenjeran yang sebenarnya merupakan salah satu infrastruktur penunjang JLLT yang menawarkan kemudahan kepada para pelaku ekonomi Kota Surabaya. Kemudahan akses transportasi dan perhubungan otomatis memiliki dampak positif bagi para pebisnis yang akan menanamkan modalnya,” papar Doddi.

Bukan hanya itu saja, lanjut dia, efek dibangunnya Jembatan Kenjeran juga dapat menyentuh perekonomian masyarakat lapis bawah. “Masyarakat sekitar dapat mengembangkan usahanya. Namun yang perlu dicermati ketika nantinya jalur tersebut dibuka, masyarakat harus mampu membaca peluang bisnis yang ada,” ulasnya.

Doddi lantas menjelaskan, pemerintah juga memiliki keuntungan dengan pembangunan Jembatan Kenjeran dan JLLT. “Ketika jalur ini dibuka, pemerintah mendapatkan keuntungan dari meningkatnya nilai pajak yang dibawa oleh peningkatan harga aset dan infrastruktur. Dengan kata lain, secara perhitungan ekonomi, proyek ini mendatangkan kemaslahatan bagi semua pihak yang ada di Kota Surabaya,” tandas dia.

 

Ikon Unik

wisata-jembatan-kenjeran  wisata-taman-bulak

Sementara itu, Pakar Statistika ITS Surabaya Kresnayana Yahya, menilai pembangunan Jembatan Kenjeran sangat strategis. Ia mengungkapkan, Kenjeran awalnya adalah tempat pendaratan ikan dan khusus tempat pengolahan hasil laut. Sampai sekarang, keberadaannya terus berkembang menjadi tempat dan kampung pemrosesan hasil laut yang akan menjadi ikon Kota Surabaya.

“Hasil laut seperti kerupuk terung, teripang, kupang, simping, lorjuk adalah ikon unik yang menjadikan Pantai Kenjeran identik dengan nama-nama makanan tersebut,” ujarnya.

Dikatakan Kresnayana, Kenjeran merupakan kawasan pantai wisata yang mempunyai pemandangan unik menghadap Jembatan Suramadu, akan jadi pijakan baru dunia kuliner dan tempat penjualan hasil laut, sekaligus dikemas dalam wisata samudra dan bahari. “Ini bakal mempertegas Kota Surabaya sebagai Kota Wisata Bahari,” katanya.

Menurut Kresnayana, keunikan tersebut dapat dikembangkan dengan memperkenalkan makanan khas seperti masakan berbasis hasil laut. Contohnya, bahan kuliner asli Surabaya, yaitu ikan pe atau ikan pari yang proses pengolahannya dapat dilakukan secara langsung dan unik di kawasan pusat ikan dan hasil laut Pasar Bulak, Kenjeran, Surabaya.

“Proses ini menjadi nilai dari keunikan pariwisata dan ekonomi di Kawasan Pantai Kenjeran. Selain itu, hal ini juga menjadi stimulus bagi kemajuan ekonomi warga sekitar Pantai Kenjeran,” ulas dia.

Kresnayana juga mengatakan, jika Jalur lingkar Luar Timur (JLLT) akan diikatkan pada ikon Kenjeran dan akan menyatu dengan sebuah infrastruktur baru. Selain itu, kawasan tersebut merupakan tempat berinvestasi baru yang akan meledak luar biasa.

“Ketika masyarakat mulai merasakan dan memberikan apresiasi pada kehidupan pantai yang indah dan nyaman, maka, rumah-rumah pantai akan jadi moda hunian masa depan yang mewah,” urai dia.

Bangkitnya kawasan Pantai Timur ini akan menarik para investor atau pelaku usaha yang bergerak di bidang pesisir. “Banyak yang dapat dikembangkan di wilayah pesisir Surabaya Timur tersebut. Di antaranya adalah, pengembangan wisata moda tranportasi laut, seperti perahu dan yacht, kapal– kapal motor laut hingga wisata laut dengan menggunakan kapal pesiar dapat muncul,” paparnya.

Keindahan, keunikan, dan kehangatan kehidupan pantai akan menjadikan kawasan pantai Timur bernilai sangat tinggi. Jika pada saatnya, kehidupan pantai menjadi pilihan bagi masyarakat Kota Surabaya di level ekonomi kelas menengah atas.

Seperti halnya yang terjadi di Kota Miami, Amerika Serikat. Pemandangan indah dengan oksigen bersih dan dengan ornamen-ornamen khas pantai berupa mangrove, pohon kelapa dan perahu berseliweran dapat dinikmati dari rumah dan apartemen yang ada di sepanjang kawasan Pantai Timur Kota Surabaya melintas sampai ke Bandara Internasional Juanda.

“Ke depan, ini merupakan jalan keluar bagi image kawasan Pantai Timur Kota Surabaya yang terkesan kumuh menjadi kawasan elite yang menawarkan pemandangan indah dengan pemandangan pantai dan laut yang elok,” pungkas dia. (habis/wh)