Unilever Gelar Wall’s Day, Taman Bungkul Hancur

 

Unilever Gelar Wall’s Day, Taman Bungkul Hancur

Ratusan ribu warga Surabaya menyerbu kawasan sekitar Taman Bungkul sejak pagi, Minggu (11/5/2014). Acara Car Free Day tersebut turut diramaikan oleh salah satu produsen es krim terkemuka, yaitu Wall’s.

Ironisnya, kegiatan bagi-bagi es krim gratis itu akhirnya dibubarkan karena macet total dari segala arah. Animo masyarakat yang sangat tinggi tersebut membuat Taman Bungkul rusak. Bahkan, jalur hijau sepanjang jalan Raya Darmo hancur. Kemacetan akhirnya memaksa acara Car Free Day dibubarkan sebelum batas pukul 09.00, karena seluruh kendaraan melintasi jalur ini.

Panitia juga tampak tidak sigap. Ratusan motor yang ikut terjebak di dalam Raya Darmo pun dihentikan aparat kepolisian. Tak sedikit warga yang tak mendapatkan es krim. Selain membikin macet, mereka menginjak-injak taman kota di sepanjang jalur hijau.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang mencintai tanaman terlihat amat terpukul melihat taman kebanggaan kota Pahlawan itu rusak akibat acara Wall’s Ice Cream Day. Sekitar pukul 10.00, Risma datang ke lokasi didampingi ajudan dan protokoler dengan raut sedih. Ia turun membersihkan tanaman-tanaman di jalur hijau sambil terus berkordinasi dengan sejumlah SKPD terkait melalui Handy Talkie.

“Ambilkan sapu, saya mau bersihkan tanamanku,” katanya lirih kepada Fahmi, ajudannya. Sebentar menyapu menggunakan sapu lidi, Risma mengambil sampah yang berserakan di antara tanaman yang mati. Matanya tampak sembab memandangi ratusan tanaman jalur hijau yang hancur berantakan.

“Ya, Allah kok bisa begini, hancur semua. Astaghfirullah, ini saya tanam puluhan tahun sejak saya kepala DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Red) dirusak kayak gini,” keluhnya sedih sambil mengelus dada.

Untuk diketahui, PT Unilever Indonesia membagi-bagikan es krim Wall’s gratis dalam rangka memecahkan rekor MURI. Selain di Taman Bungkul Surabaya,  Wall’s Ice Cream Day itu juga digelar secara serentak di 8 kota, yakni Jakarta, Medan, Yogyakarta, Makassar, Palembang, Banjarmasin, dan Bandung.(wh)