Uniknya Motor Berlapis Kayu Jati Karya Duki

Uniknya Motor Berlapis Kayu Jati Karya Duki
Mohammad Duki menunjukkan motor Suzuki yang telah dilapisi kayu jati. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Mengkreasikan pengalaman dan bakat seni yang kuat, Mohammad Duki melapisi motor Suzuki Shogun miliknya dengan kayu jati. Tidak hanya itu, lelaki 38 tahun tersebut juga menambah ornamen hiasan kepala ular naga lengkap dengan sisiknya untuk bagian depannya.

“Tiga bulan saya mengerjakannya sendiri tanpa bantuan siapapun. Kesulitan untuk membuat barang seperti ini adalah mensingkronkan kayu dengan motor yang akan dibentuk. Ini mau saya jual Rp 25 juta,” kata Mohammad Duki kepada enciety.co saat dijumpai di sebelah Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis (28/1/2016).

Dia menambahkan keahliannya untuk  membuat kerajinan dari kayu jati sudah dari kecil. Lelaki yang tidak lulus dari Sekolah Dasar (SD) tersebut mengaku belajar membuat kerajinan kayu jati secara otodidak.

Ditambahkannya, untuk bahan-bahannya, dirinya menghabiskan dana hingga Rp 20 juta. Mulai dari kayu jati, lem, vernis dan pelitur. Bapak dua anak ini juga menambahkan bila tidak hanya motor Suzuki Shogun ini saja yang berhasil dilapisinya. Namun juga motor Yamaha Fiz dan motor matic Yamaha Mio.

“Untuk Yamaha Fiz dulu laku Rp 12 juta sedangkan untuk Mio saya hanya kenakan ongkos saja Rp 5 juta, karena bahannya dari pemesan,” bebernya.

Selain membuat lapisan motor dengan kayu jati, Duki juga membuat kerajinan tangan dari kayu lain seperti sabuk, sandal, topi laken dan berbagai miniatur motor dengan bermacam harga. Untuk sandal kayu dan sabuk serta topi, Ia menjual dengan harga Rp 300 ribu. Sedangkan untuk miniatur motor seperti Harley Davidson, Vespa, dan lainnya, Ia memberi harga Rp 500 ribu per unitnya.

Ia mengakui dirinya menjual ke kota Surabaya karena di tempatnya sendiri, perajin seni kayu seperti dirinya tidak mendapatkan tempat di Sumenep. “Bupati tidak pernah mengacuhkan saya. Mereka hanya membawa barang saya, tapi sampai sekarang tidak pernah dikembalikan atau diberi uang,” sesalnya. (wh)