Ungguli Ronaldo, Messi Miliki Nilai Bisnis Tertinggi

 

Ungguli Ronaldo, Messi Miliki Nilai Bisnis Tertinggi

Penampilan Lionel Messi yang  menurun sepanjang musim ini ternyata berbanding terbalik dengan nilai bisnis yang dimiliki. Hasil riset pemasaran menyebutkan, bintang Timnas Argentina ini  menjadi pesepakbola paling bernilai di dunia. Mengungguli Cristiano Ronaldo yang musim ini mengantar Real Madrid juara Liga Champions.

Pada laporan tahunannya mengenai bursa pemain, Observatorium Sepak Bola CIES yang bermarkas di Swiss, menghargai nilai Messi sebesar 216 juta euro.

Bahkan meski level penampilan Messi menurun 19 juta euro dari nilai pasarannya, ia masih tetap bernilai hampir dua kali lipat dari rival abadinya Cristiano Ronaldo, yang menduduki urutan kedua di peringkat itu dengan 114 juta euro.

CIES mengatakan bahwa nilai tinggi Messi sebagian besar terkait dengan usianya yang lebih muda – ia baru akan berusia 27 tahun pada bulan ini, sedangkan ikon Portugal Ronaldo telah berusia 29 tahun.

Penampilan heroik Ronaldo pada musim ini bersama juara Liga Champions Real Madrid, membuat nilai pasarnya naik empat juta euro.

Riset itu juga memperlihatkan bahwa Real Madrid melakukan kesepakatan terburuk – dalam pengertian pemasaran – untuk satu pemain, ketika mereka menghabiskan 100 juta euro untuk mendatangkan pemain Wales Gaerth Bale dari klub London Tottenham.

“Real Madrid jelas-jelas membayar lebih dari yang diperlukan untuk meyakinkan Tottenham agar mau melepas sang pemain,” kata CIES, menggaris bawahi bahwa harga pasaran Bale saat ini adalah 37 juta euro lebih sedikit daripada yang dibayarkan klub Spanyol itu.

Real menghabiskan rata-rata 32,3 juta euro per pemain untuk membangun tim yang menjuarai Liga Champions – yang merupakan rekor susunan pemain termahal.

Posisi kedua Liga Champions Atletico Madrid, yang pada musim ini menjuarai Liga Spanyol, hanya menghabiskan 4,3 juta euro per pemain.

Klub-klub lain yang menghasilkan terlalu banyak uang untuk berbelanja pemain adalah Crystal Palace di Inggris, Elche di Spanyol, Guingamp di Prancis, Augsburg di Jerman, dan Verona di Italia, papar riset tersebut, demikian AFP. (ant/ram)