Unesco Ancam Coret Dua Taman Nasional Indonesia

Unesco Ancam Coret Dua Taman Nasional Indonesia

Badan Dunia Unesco mengancam bakal menghapus dua  Taman Nasional yang ada di Indonesia dari daftar warisan dunia. Kedua TN itu adalah Lorentz di Papua dan Tropical Reinforest Heritage of Sumatera (Bukit Barisan). Unesco menilai kedua TN itu tak sungguh-sungguh dibenahi batas tata kelolanya.

Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko kesra) Haswan Yunaz mengatakan, banyak cagar alam dan budaya yang dimiliki Indonesia belum disosialisasikan dengan baik. Pembenahan guna merevitalisasi taman nasional belum dapat dimaksimalkan, akibatnya taman-taman tersebut banyak yang disalahgunakan oleh masyarakat.

Taman Nasional Bukit Barisan yang saat ini masih diduduki oleh eks pengungsi tsunami karena kurangnya lahan tempat tinggal. Saat ini taman nasional tersebut selain untuk tempat tinggal juga untuk bertani. “Masyarakat di sana banyak yang membabat hutan. Untuk membuat perladangan,”  katanya.

Untuk itu, pemerintah akan membuat batas tata kelola yang menjadi perhitungan yang jelas. Sebelumnya tiga tahun lalu pemerintah berniat untuk melakukan negoisasi untuk pemindahan pengungsi, namun terlambat dilakukan karena kurangnya koordinasi.

Sedangkan Taman Nasional Lorentz yang diperhitungkan akan terpotong oleh pembuatan jalan di Papua, dalam program pembangunan infrastruktur untuk Sail Sara Ampat. “Kita masih melakukan lobi dengan kementerian lain agar tidak memotong lahan taman nasional tersebut. Secepatnya kita akan meminta tata batas dalam persyaratan zona taman nasional,” ujarnya.

Haswan mengungkapkan, taman nasional memiliki tiga zona yaitu zona inti yang tidak dapat digunakan untuk pembuatan jalan, zona penyanggah yang daerah tersebut dapat digunakan untuk berladang tetapi pengelolaan secara berkelanjutan, sedangkan zona pemanfaatan dapat digunakan untuk pertanian.

“Kita diberikan waktu lima tahun untuk membuat tata batas untuk mempertimbangkan jika bisa dimasukkan ke dalam zona pemanfaatan akan dipertimbangkan,” tegasnya. (ram)