UNDP Reduksi Sampah Plastik Kali Surabaya

UNDP Reduksi Sampah Plastik Kali Surabaya

 

Guna mereduksi sampah plastik di Kali Surabaya, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) melalui UNDP (United Nations Development Program) menjajaki kerjasama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I.  Perwakilan UNDP telah datang ke Surabaya dan lakukan presentasi di depan jajaran Perum Jasa Tirta.

“UNDP telah mempresentasikan programnya dan menyatakan minat untuk kerjasama dalam rangka mereduksi sampah plastik di Kali Surabaya,” kata Kepala Divisi Jasa ASA III PJT I Taufiqurrahman.

Untuk kerjasama itu, pihaknya juga cukup apresiatif. “Kami telah bekerjasama dengan Konsorsium Lingkungan Hidup dan Garda Lingkungan untuk pengolahan sampah Kali Surabaya. Setidaknya ini bisa disinergikan jika UNDP berminat kerjasama,” katanya.

Menurut dia, dalam proses penjajakan kerjasama ini masih dalam bentuk wacana saja, karena belum dibicarakan konsep program secara detil. “Misinya sama mereduksi sampah plastik, tapi seperti apa kerjasamanya masih perlu dibicarakan lagi,” tuturnya.

Dalam mengatasi sampah Kali Surabaya, pihaknya juga kerap mengalami kesulitan. “Kami diminta mengurus izin ke Pemkot (Dinas Kebersihan dan Pertamanan), menyediakan truk angkut sampah sendiri, dan harus dibuang ke TPA Benowo yang jaraknya cukup jauh,  Jadi kami pun keberatan,” ungkapnya.

Ia pun kini berharap kerjasama dengan Konsorsium Lingkungan Hidup dan Garda Lingkungan setidaknya bisa mengurangi jumlah sampah di Kali Surabaya. Terlebih, tambah dia, jika kerjasama dengan UNDP bisa direalisasikan, maka akan sangat membantu mengurangi beban sampah sungai. “Jika UNDP dan PJT I jadi kerjasama, maka kami pun siap jika harus ada sharing dana dan jika ada tindak lanjut, maka pihak UNDP akan kami ajak ke kantor pusat (PJT I di Malang) untuk mempresentasikan ke direksi,” tuturnya.

Adapun target dari UNDP saat ini, yakni pengurangan dampak penggunaan bahan PBDE (Polybromodiphenyl Ethers) dan POPs (Persistent Organik Pollutants) yang bersifat menetap atau tak dapat terurai. Konsultan UNDP Indoensia, Puguh Setyopratomo mengatakan, banyak limbah plastik yang termasuk dalam PBDE dan POPs. Di antaranya, seperti limbah dashboard mobil termasuk platik pintu mobil bagian dalam. Selian itu, bingkai komputer, televisi, lemari es, lap top, hingga ponsel. “Bahan-bahan itu tidak boleh dibakar dan sulit untuk dapat diolah atau di daur ulang,” katanya.

Ia menuturkan, UNDP bersama Kementerian Perindustrian kini juga tengah mengkampanyekan program dampak penggunaan bahan PBDE dan POPs. “Targetnya, kami berharap ada kesadaran dari pihak industri dan masyarakat tentang dampak penggunaan PBDE dan POPs,” kata Puguh. (ram)