Unas SMP, Polres Surabaya Siagakan 268 Personel

 

Unas SMP, Polres Surabaya Siagakan 268 Personel

Sebanyak 268 anggota Polrestabes Surabaya disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan ujian nasional (Unas) SMP dan MTs.  Sabtu (3/5/2014), pendistribusian naskah dari gedung Bhara Wira Polrestabes Surabaya ke 25 Polsek jajaran Polrestabes Surabaya dan 3 Polsek dari jajaran Polres Tanjung, telah tuntas.

Ditegaskan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Surabaya Eko Prasetyaningsih, pendistribusian naskah Unas tersebut untuk 61 Sub Rayon (SR).  Naskah Unas tingkat SMP dan MTs akan disimpan ke polsek-polsek untuk kemudian diserahkan ke sekolah pada Senin esok,” ujarnya.

“Untuk naskah yang cacat atau rusak maka bisa dimintakan cadangannya untuk diganti,” ujar Eko Prasetyaningsih.

Pelaksanaan UN tingkat SMP dan Mts sendiri akan dilangsungkan pada Senin-Kamis mendatang (5-8/5/2014). Dari data dispendik, peserta Unas untuk SMP sebanyak 35.409 siswa dan MTs 3.013 siswa. Jumlah total yang mengikuti 38.422 siswa dari 287 sekolah.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti mengatakan, pengamanan Unas dilakukan bersama Dinas Pendidikan Surabaya serta diawasi oleh tim independen.

“Pengamanan bersama tidak hanya hari ini. Tetapi dilakukan mulai dari tahap pengambilan dari percetakan, penyimpanan, serta pendistribusian. Jadi tidak ada kebocoran soal karena dijaga dengan ketat,” ujar Suparti saat memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (3/5/2014).

Dia lalu menjelaskan mekanisme pendistribusian naskah Unas di Surabaya. Dimana perwakilan sub rayon ini sendiri untuk mengambil naskah Unas didampingi oleh tim independen dan anggota Polsek. Nantinya, naskah tersebut akan disimpan di Polsek dengan cara digembok dengan tiga kunci. Ketiga kuncinya akan dibawa oleh tiga komponen tersebut, sebelum kemudian didistribusikan ke sekolah pada Senin (5/5/2015) esok.

Dia menambahkan, pada saat pelaksanaan Unas, polisi juga akan ditempatkan di setiap sekolah-sekolah. Mulai dari polisi berpakaian preman (tertutup) dan berpakaian dinas yang akan ditempatkan di luar sekolah.

“Penempatan polisi untuk mengawasi dari luar saja agar tidak mengganggu pelaksanaan Unas,” tandas Suparti.

Suparti juga mengingatkan agar siswa SMP nantinya tidak mudah percaya dengan bocornya naskah UN. “Prinsipnya jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jangan mudah percaya adanya kebocoran unas,” ucapnya.

Ia juga menghimbau bila ada siswa atau orang tua yang mengetahui adanya kabar yang beredar bila naskah UN bocor untuk segera melaporkannya. “Laporkan kepada polisi yang bertugas di sekolah atau datangi pos polisi yang terdekat,” pungkasnya. (wh)