Unas Dilakukan secara Online, Digelar Dua Kali dalam Setahun

Unas Dilakukan secara Online, Digelar Dua Kali dalam Setahun
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan (tengah) memberikan keterangan pers di Graha Sawunggaling bersama Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi, dan Pengurus Devisi Seleksi SNMPTN Nasional dari ITS Surabaya Ismaini Zain, Jumat (20/2/2015).

Setelah adanya perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 pasal 68 pada pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) April mendatang tidak menjadi tolok ukur kelulusan siswa.

Itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Ikhsan saat menggelar konferensi pers di Graha Sawunggaling Surabaya, Jumat (20/2/2015).

Menurut Ikshan, pada pelaksanaan Unas tahun ini, hanya digunakan untuk pemetaan mutu program satuan pendidikan dan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Setelah itu Unas juga menjadi alat ukur pembinaan bantuan satuan pendidikan.

“Jadi butir keempat di pasar 68 telah dihapus. Bahwa Unas sebagai salah satu penentu kelulusan siswa sudah dihapus dan tidak diberlakukan lagi,” beber pria berkumis itu. Dia juga menambahkan bahwa ketentuan kelulusan 100 persen di tangan masing-masing sekolah lantaran sekolah adalah pihak yang paling mengetahui kepribadian siswa.

Dia juga melanjutkan, Unas nantinya bisa diselenggarakan dua kali dalam setahun. Artinya Unas wajib dilakukan minimal satu kali. Hal ini akan diberlakukan pada 2016 ,mendatang. “Unas juga sifatnya tidak bisa diulang,” imbuhnya.

“Kenapa Unas ini diubah karena adanya perilaku negatif kecurangam, bahkan siswa dan guru yang menjadi korban. Siswa juga mengalami stres, dan akhirnya pembelajaran tidak tuntas,” imbuhnya.

Untuk itu, kata Ikhsan, dengan Unas Online nantinnya bisa memperbaiki mutu pendidikan dan memberi otonomi kepada sekolah. “Nanti penentu kelulusan siswa itu murni menggunakan nilai rapor di kelas dan Ujia Akhir Sekolah (UAS) nanti mereka mendapatkan sertifikat tamat belajar, sedangkan Unas Online siswa akan mendapatkan Surat keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) untuk mendaftarkan ke perguruan tinggi,” tambahnya.

Dia juga menambahkan, pelaksanaan Unas secara online nantinya dilandasi atas perkembangan dunia pendidikan dan menghindari adanya kecurangan saat proses pelaksanaannya. Sistemnya hampir sama dengan proses pelaksanaan ujian CPNS. “Ini sudah berlaku di sejumlah negara maju dan efektif,” akunya.

Sementara itu, Devisi Seleksi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) Nasional, Ismaini Zain menambahkan bahwa adanya perubahan alat ukur kelulusan siswa dianggap sangat baik untuk siswa. Karena itu, pelaksanaan ujian SNMPTN pun bisa dilaksanakan sewaktu-waktu tanpa harus menunggu kelulusan siswa.

“Bahkan, kami saat ini sudah membuka pendaftaran untuk program SNMPTN, SBNMPTN, dan program mandiri. Nanti siswa bisa memilih satu di antaranya dan bisa melaksanakan ujian di rumah saja melalui online,” bebernya. (wh)