Unas Dibekukan, Saatnya Berikan Pendidikan yang Lebih Berkarakter

Unas Dibekukan, Saatnya Berikan Pendidikan yang Lebih Berkarakter

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya . foto:arya wiraraja/enciety.co

Langkah pemerintah membekukan Ujian Nasional (Unas) dinilai sangat tepat. Dengan membekukan Unas 2017, guru tidak tidak lagi dituntut untuk membuat murid-muridnya lulus, melainkan memberikan kebebasan dalam mengajar. Terutama dalam memberikan pendidikan yang lebih berkarakter.

“Ini merupakan langkah yang tepat untuk memajukan dunia pendidikan kita,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (25/11/2016).

Menurut dia, secara tidak langsung guru dituntut menerapkan pendidikan yang lebih berkarakter kepada para siswanya. Karena untuk mengukur keberhasilan guru tidak lagi diukur berdasarkan keberhasilan anak didiknya lulus Unas.

“Guru dituntut mencerdaskan anak muridnya agar dapat sukses dalam menghadapi perkembangan zaman,” jelas Kresnayana.

Dengan pola pendidikan yang lebih berkarakter berbasis kreativitas, terang Kresnayana, para tenaga pendidik diharapkan dapat menghasilkan individu-individu yang tahan banting. Terutama untuk menghadapi sektor perekonomian yang saat ini sedang berkembang dan tidak dapat ditebak arahnya.

“Ke depan, untuk dapat menghadapi perkembangan tersebut kita harus benar-benar dapat lebih kreatif,” ulas dosen statistik ITS Surabaya itu.

Kresnayana juga mengatakan, transformasi menuju tahun 2017 juga ditandai dengan adanya Trump Effect, yakni sebuah mata rantai perekonomian dunia, karena pada tahun 2017 mendatang ekonomi dunia bakal berubah lebih kreatif.

Kata dia, untuk bertahan dalam persaingan ekonomi 2017, para pelaku usaha dituntut untuk dapat lebih kreatif untuk menampilkan produknya. Hal itu menandakan jika para pelaku usaha tidak dapat lagi mengandalkan pemasukan dari dana-dana pasif. “Contohnya, pemasukan yang didapat dari bunga bank,” cetus dia. (wh)